"Kejadiannya dapat menjadi lebih parah bagi orang lain, seseorang dapat mengalami bagian tubuh yang salah diamputasi," imbuhnya.
"Ini seharusnya tidak terjadi dan terutama saya tidak ingin hal ini terjadi kembali. Anda ke rumah sakit dan percayai orang-orang ini, Anda tidak memperkirakan kesalahan akan dilakukan," tambahnya.
Andrew Furlong, direktur kedokteran di University Hospitals of Leicester, mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
"Kami menyikapi peristiwa seperti ini dengan sangat serius dan melakukan penyelidikan seksama saat itu untuk memastikan kami belajar dari insiden ini dan melakukan segalanya untuk menghindarinya hal ini terjadi lagi," ujarnya.
"Uang tidak bisa mengganti apa yang telah terjadi, tapi kami berharap pembayaran ini memberikan semacam ganti rugi," imbuh Andrew.
( Muhammad Fadli Rizal)