Sampai saat ini Sri Sultan tidak pernah mengingat berapa jumlah pendanaan yang dihabiskan pada waktu itu. Ia menganggap bahwa hal tersebut merupakan bentuk dari sebuah perjuangan.
Hal ini juga menjadi bukti dari isi telegram yang ia sampaikan kepada Soekarno-Hatta bahwa dirinya sanggup berdiri di belakang pimpinan.
(Erha Aprili Ramadhoni)