"Sangat kecil kemungkinan dukungan politik diberikan kepada tokoh diluar pemerintah, sebaliknya potensi besar akan diberikan kepada tokoh yang mampu melanjutkan estafet kerja dan estafet program-program pemerintah yang masih tertunda" kata Ikhwan.
Sementara sosok capres dan cawapres yang diusung berasal dari kalangan KKIR (Gerindra-PKB) dan KIB, antara Golkar, PAN dan PKB.
Sedangkan untuk posisi capres-cawapres tentunya tidak jauh-jauh dari tokoh pilihan Jokowi seperti tokoh yang dinilai dekat dengan Presiden.
Dia memberi contoh Prabowo, Ganjar, Airlangga. Namun kendalanya Ganjar hari ini tergerus oleh isu penolakan Israel di Piala Dunia U-20, dengan demikian pilihan terdekat akan mengarah kepada Prabowo sebagai Capresnya.
“Apalagi Prabowo secara resmi ingin maju sebagai capres, apabila restu Jokowi sudah diperoleh bisa saja posisi wakilnya akan jatuh pada KIB, yaitu Airlangga atau bisa saja sebaliknya" ungkap Ikhwan.
"Faktor restu Jokowi akan mempermudah proses distribusi nominasi kandidat capres dan cawapres di koalisi besar pendukung pemerintah. Langkah strategi yang diambil Jokowi sudah tepat untuk menunjukkan dirinya sebagai King Maker dalam periode kepemimpinan terakhir di 2024" pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )