JAKARTA - Bagi masyarakat Indonesia, terutama warga Jakarta sudah tak asing lagi dengan istilah mudik atau pulang kampung. Kedua istilah ini kerap kali identik dengan Hari Raya Idul Fitri.
Pemerintah memperkirakan sekitar 123,8 juta orang akan melakukan perjalanan mudik, angka tersebut meningkat 1,5 kali lipat dibanding 2022, yaitu sebanyak 85 juta orang lebih.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth memprakirakan jumlah pemudik semakin membludak karena dampak sudah di cabutnya PPKM yang tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 50 dan 51 Tahun 2022.
"Saya prakirakan akan ada banyak warga rantauan yang ada di Jakarta akan mudik ke kampung halamannya, karena beberapa tahun belakangan ini pemerintah memberlakuan regulasi peniadaan mudik yang diatur dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No. 13/2021," kata Kenneth dalam keterangannya, Senin (17/4/2023).
Pada mudik Lebaran 2022, sambung pria yang akrab disapa Bang Kent menilai, pemerintah telah berhasil menangani mudik Lebaran 2022 dengan cara kesiapan infrastruktur darat yang sangat mempengaruhi kelancaran lalu lintas mudik Lebaran 2022.
"Pemerintahan Pak Jokowi dan Kyai Maruf di anggap berhasil dalam menangani mudik Lebaran 2022 kemarin. Kesiapan infrastruktur darat cukup sangat berpengaruh memberikan kemanfaatan bagi masyarakat, sehingga mudik tidak menimbulkan kemacetan," beber Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu.
Dalam mudik Lebaran 2023, kata Kent, pemerintah harus lebih mempersiapkan pelaksanaan mudik Lebaran 2023 dengan sebaik-baiknya. Harus antisipasi dari keamanan dan kenyamanan, persiapan jalur mudik, jalur penyebrangan, dan tarif moda transportasi.
"Karena slogan mudik Lebaran 2023 adalah 'Mudik Aman dan Berkesan'. Jadi pemerintah harus bisa memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat saat melakukan perjalanan mudik agar berkesan," sambung Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu.
Kent pun mengapresiasi dengan beberapa strategi program mudik Lebaran 2023 gratis yang diselenggarakan oleh pemerintah, hal ini dilakukan agar menjaga keselamatan dan kenyamanan warga agar tidak menggunakan kendaraan roda dua saat mudik.
"Berdasarkan data pemerintah, pengguna sepeda motor saat mudik 2023 mencapai 25,13 juta orang, atau 20,3 persen. Oleh karena itu, strategi program mudik gratis ini sangat bagus dan membantu warga agar tidak menggunakan motor supaya minim dari risiko kecelakaan lalu lintas. Sepeda motor bukanlah pilihan aman untuk mudik," tutur Kent.
Namun, kata Kent, penanganan mudik Lebaran 2022 perlu juga dilakukan evaluasi agar mudik kali ini dapat berjalan lebih lancar. Seperti mengevaluasi soal kebijakan one way (satu arah) di jalan tol, karena hal itu akan berdampak besar bagi pemudik yang menggunakan mobil pribadi.
"Soal one way harus dievaluasi, karena akan berdampak besar bagi pemudik, mereka bisa mencari jalan agar sampai ke kota tujuan, kecuali contraflow enggak apa-apa, soalnya kalau contraflow masih ada satu sisi yang bisa di gunakan," jelasnya.
Kent juga meminta kepada Polri dan Pemprov DKI agar bisa menyiapkan skenario untuk mengantisipasi terhadap pencurian rumah kosong dan juga bencana alam yang akan terjadi saat arus mudik dan balik Lebaran 2023, karena cuaca saat ini masih akan diwarnai dengan kondisi hujan atau biasa yang disebut dengan hidrometeorologi.
"Pemprov DKI dari tingkat Provinsi, Kotamadya hingga tingkat Kecamatan dan Kelurahan sampai tingkat RT dan RW harus terlibat secara pro aktif dalam melakukan satu kegiatan kolaborasi dengan Polda Metro Jaya untuk berkoordinasi terkait keamanan pasca mudik bisa juga melakukan program patroli bersama di wilayah yang tinggal mudik agar permukiman warga yang ditinggal mudik tidak terjadi pencurian. Dan juga harus bisa mengantisipasi adanya bencana alam yang melanda saat mudik nanti," beber Kent.
Selain itu, Kent juga mengimbau bagi warga Ibu Kota yang akan mudik untuk memperhatikan kondisi rumah sebelum ditinggal untuk memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman sebelum ditinggal mudik Lebaran 2023, rumah juga harus diamankan dari risiko pemutusan listrik, terutama bagi mereka pelanggan listrik pascabayar.
"Sebelum ditinggal mudik, pastikan tagihan sudah dibayar. Pelanggan listrik prabayar juga diimbau mengisi token listriknya agar tidak habis saat ditinggal, sehingga listrik masih bisa untuk keperluan penerangan," tuturnya.
Kemudian, kata Kent, warga juga jangan lupa melepas regulator tabung gas sebelum mudik. Selain itu, pastikan juga tabung gas dalam keadaan aman agar mencegah terjadinya kebocoran gas.
"Jaga rumah masing-masing, sebelum pulang kampung pastikan aliran listrik dan copot regulator tabung gas serta kalau memungkinkan dapat mengosongkan gas yang di dalam tabung gas agar menghindari terjadinya kebakaran akibat kebocoran tabung gas saat ditinggal mudik, Jangan lupa juga untuk melapor kepada RT dan RW sebelum pulang mudik. Tetangga yang tidak mudik juga bisa dititipi untuk sekadar mengawasi rumah," pungkasnya.
(Awaludin)