Kisah Tak Pernah Usai Pengemis Jembatan Sewo saat Musim Mudik, Kais Receh Meski Menantang Maut

Andrian Supendi, Jurnalis
Kamis 20 April 2023 06:26 WIB
Share :

Kasturi mengungkapkan, dia menekuni profesi sebagai seorang penyapu koin senjak 22 tahun silam, ketika usianya masih diangka 50 tahun. "Saya sudah lama mencari rezeki di sini sekitar 22 tahun, sejak usia saya masih 50 tahun, sekarang usia saya sudah 72 tahun," ungkap dia.

Dari kegiatan menyapu koin di Jembatan Sewo, Kasturi mengaku bisa mendapatkan uang sebesar Rp150.000 hingga Rp200.000 dalam sehari, yang ia lakukan mulai pukul 06.00 hingga 16.00 WIB.

"Kalau lagi rame saya bisa dapat uang sampai Rp200.000, tapi kalau lagi sepi ya paling cuma Rp80.000. Karena sayakan sudah tua, jadi nyapunya sambil duduk, jadi sedapatnya aja. Mungkin kalau yang muda-muda sih dapatnya bisa lebih banyak dari saya," terang dia.

Adapun, kebiasaan para pengendara melempar koin tidak lepas dari mitos sungai di bawah Jembatan Sewo yang disebut sebagai tempat tinggal arwah kakak beradik Saedah-Saeni yang melegenda karena hidup keduanya berakhir di sungai tersebut.

Saeni adalah seorang penari ronggeng Pantura yang berubah menjadi buaya. Oleh sebab itu, pengendara dipercaya akan selamat jika sudah memberi atau melempar 'saweran' di Jembatan Sewo.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya