JAKARTA - Indonesia memiliki keragaman budaya dan tradisi. Termasuk dalam merayakan Hari Raya Keagamaan, seperti Idul Fitri atau lebaran.
Tradisi Ngejot dimaknai memberi. Maksudnya adalah berbagi kepada sesama, bisa dalam bentuk makanan yang sebagai bentuk dari pertemanan maupun persaudaraan.
Kerukunan antarumat beragama tergambar dalam tradisi ini. Di kalangan Muslim, Tradisi Ngejot Bali dimaknai sebagai jalinan silaturahmi kepada sesama.
Melansir situs Kementerian Agama (Kemenag), pertemuan Hindu-Islam ini terwujud dalam bentuk mengantarkan makanan kepada sanak saudara maupun tetangga yang berbeda agama, terutama saat hari besar keagamaan, seperti Galungan atau Idul Fitri.
Tradisi ini tumbuh dan berkembang di masyarakat Bali sejak lama. Tradisi Ngejot, menurut Cucu tokoh Bali IGB Sugriwa yang bernama IGB Agung Suddhajinedra HS, merupakan persembahan rasa terima kasih.
Misalnya saat upacara Yadnya, keluarga wajib untuk memberikan Pengwales (membalas) kebaikan kepada anggota keluarga atau Banjar yang sudah membantu atau memberi kebaikan (Ngejot).
"Ngejot juga bisa diartikan sebagai ikatan persaudaraan. Dalam upacara Galungan misalnya, masyarakat saling memberi makanan. Ini sebagai bentuk rasa kekeluargaan, supaya upacara tersebut dirasakan oleh tetangga atau masyarakat sekitar," katanya.
(Arief Setyadi )