Kapolri Sebut One Way hingga Contra Flow Bakal Diterapkan saat Puncak Arus Balik

Arie Dwi Satrio, Jurnalis
Minggu 23 April 2023 15:29 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit. (Dok Polri)
Share :

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polri bakal kembali menerapkan rekayasa lalu lintas (lalin) pada puncak arus balik Lebaran 2023. Rekayasa lalu lintas itu di antaranya, one way, contra flow, hingga ganjil genap.

"Pemberlakuan langkah-langkah rekayasa mulai dari one way, contra flow, dan juga kemungkinan ganjil-genap akan diberlakukan agar beban jalan pada puncak arus balik bisa kita urai," kata Sigit saat mengikuti rapat koordinasi persiapan arus balik Idul Fitri 1444 Hijriah secara daring, Minggu (23/4/2023).

Kapolri mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah stakeholders seperti Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hingga Jasa Marga untuk mengantisipasi kepadatan arus balik. Berdasarkan hasil koordinasi, Sigit menyebutkan, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 dan 25 April 2023.

"Karena memang beban di tanggal 24 dan 25 itu puncak arus balik terasa memang harus diurai," ucapnya.

Berdasarkan hasil kajian serta koordinasi tersebut juga, Polri melihat ada potensi kelebihan volume kendaraan pada puncak arus balik. Itu karena jumlah volume kendaraan yang melintas diprediksi tidak sebanding dengan kapasitas jalan tol ataupun jalur arteri.

"Ini memang beban yang ada melampaui dari kapasitas, baik yang di jalan tol maupun jalan arteri. Sehingga kemudian tentunya ini perlu dilakukan langkah-langkah seperti pada saat kita melaksanakan one way pada puncak arus mudik kemarin," urainya.

Sigit menjelaskan, penerapan sistem satu arah atau one way akan dilakukan di titik 114 kilometer Gerbang Tol (GT) Kalikangkung hingga Kilometer (Km) 70 Cikatama. Bahkan, Polri membuka opsi untuk memperpanjang sistem one way tersebut hingga Jakarta.

"Demikian juga apabila harus dilakukan one way sampai mengarah wilayah Jakarta. Kami telah mempersiapkan mulai dari km 70 kemudian km 36 bahkan sampai 3+500 termasuk juga pengaturan contra flow disesuaikan dengan hitungan yang ada di Jasa Marga, untuk pemantauan terkait kepadatan volume lalu lintas," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya