Kisah TNI taklukan Gunung Potong Sulawesi, Sarang Pemberontakan Permesta

Muhammad Ramadhan, Jurnalis
Jum'at 28 April 2023 06:07 WIB
Share :

Pada tahun 1958, setelah berhasil menguasai Manado dari Permesta, RPKAD masih ditempatkan di Sulawesi Utara. Setelah akhirnya satu-persatu kota dapat di rebut, ada satu perisitiwa penting, yaitu penaklukan pertahanan Permesta di Gunung Potong.

Gunung Potong sendiri merupakan sebagian dari pertahanan Permesta yang terletak diantara Bukit Conggaan dan Patahan. Susunan pertahanannya berlapis-lapis diantara bukit berbatu, di setiap lubangnya terdapat senjata berat, dan medannya sangat menguntungkan musuh. Pasukan Permesta yang berada di sana merupakan pasukan yang dipimpin oleh Mayor Permesta Yan Timbuleng.

Pada 29 Agustus 1958, Komando Operasi Merdeka mengirim satu tim RPKAD dibawah pimpinan Letnan A. Kodim dan KKO yang dipersenjatai artileri dan kavaleri. Namun, rencana penyerangan gagal dikarenakan medan yang berat dan jurang-jurang yang dalam, padahal sasaran tinggal 100m lagi. Dengan kegagalan itu, RPKAD menyusun ulang rencana dalam 4 hari untuk melakukan raid penghancuran ke Gunung Potong.

Satu Peleton pasukan RPKAD dibawah pimpinan Sersan Mayor Soetarno yang dibantu satu kompi KKO dan seorang penunjuk jalan menjalankan operasi tersebut pada 2 September 1958. Tim RPKAD berjalan melaui jalan yang tidak akan diperkirakan oleh musuh. Dimana jalan tersebut penuh semak belukar dengan medan jurang berbatu, ditambah lagi dalam keadaan gelap gulita, Pada pukul 2 pagi, pasukan sampai pada pertahanan Permesta, namun karena adanya gonggongan anjing Permesta, mereka berhenti sementara dan berbalik menuju bukit yang paling tinggi.

Setelah sampai di puncak bukit, tim RPKAD menemukan jalan setapak yang dipenuhi semak belukar yang ternyata mengarah ke pos musuh. Setelah akhirnya berjarak 25 meter dari pos musuh, terlihat personel Permesta yang sedang menghangatkan badan di tungku api. Tim pun segera membagi tugas untuk melakukan penyerangan. Ditempatkan penembak bren, penemmbak launcher, dan penembak granat untuk setiap pos yang akan diserang.

Namun, karena keadaan malam hari dan gelap gulita, maka terlalu membahayakan apabila terjadi baku tembak. Tim RPKAD pun melakukan tindakan pendadakan. Setelah tembakan penyergapan dilakukan, terjadi perkelahian satu lawan satu dengan sangkur, tanpa ada letusan. Pukul 4 pagi, lokasi dapat dikuasai. Musuh yang selamat melarikan diri dan meninggalkan senjata berat yang nantinya digunakan untuk menyerang musuh yang berada di bawah bukit.

Lokas tersebut lalu diserahkan kepada KKO, dan RPKAD melanjutkan bergerak ke depan. Mereka menghadapi musuh lagi dan terjadi pertempuran sengit selama 2 jam. Tanggal 3 September 1958, pukul 6 pagi, pertahanan Permesta di Gunung Potong dapat dikuasai seluruhnya oleh RPKAD. Dengan keberhasilan itu, pasukan Permesta kembali melakukan gerilya yang ditumpas oleh operasi lanjutan yang dilakukan oleh calon RPKAD dari Batalyon 2/RPKAD di bawah pimpinan Kapten Seno Hartono dan Kapten S. Soekoso.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya