Sementara itu, Ganjar mengapresiasi pembangunan ulang Museum Multatuli. Menurutnya, museum tersebut sangat penting diketahui oleh banyak orang, terutama generasi muda.
Ia menjelaskan, melalui Museum Multatuli selain mengajarkan generasi muda mengenai literasi tetapi juga soal bagaimana membela keadilan dan juga memanusiakan manusia.
"Yang dituliskan Multatuli ini menjadi referensi banyak tokoh, inspirasi tingkat perasaan seseorang untuk memanusiakan manusia dan kemudian berjuang terhadap penindasan. Itu sesuatu hal yang luar biasa karena inspirasinya," ucapnya.
Tak hanya itu, sikap keberanian dari Eduard Douwes Dekker yang berani melawan rajanya di Belanda patut dicontoh. Sebab, kata Ganjar, Douwes Dekker berani mengatakan penjajahan yang dilakukan oleh Belanda harus segera dihentikan.
"Hingga ia (Douwes Dekker) menuliskan kepada rajanya 'Apa yang kamu inginkan dari penjajahan ini? Wah, itu dalam sekali. Yang hebat adalah beliau itu sastrawan sehingga dituliskan dalam novel-novel percintaan yang lebih halus, sehingga secara nilai lingusitiknya bisa diterima oleh orang-orang," ujarnya.
Dalam kunjungannya masyarakat Lebak sangat antusias ingin menyapa Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024 nanti.
(Khafid Mardiyansyah)