Petaka Perang Saudara, Raja Majapahit Tewas Dipenggal Kepalanya

Arief Setyadi , Jurnalis
Sabtu 13 Mei 2023 06:07 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share :

HAYAM Wuruk meninggal dunia pada 1389 sebagaimana disebutkan dalam Kitab Negatakertagama. Wikramawardhana menjadi penerus takhta Majapahit.

Wikramawardhana merupakan menantu Hayam Wuruk, atau suami dari Kusumawardhani, putri Hayam Wuruk dari permaisuri. Sayangnya, kepemimpinan Wikramawardhana tak berjalan mulus.

Wikramawardhana mendapat perlawanan dari Bhre Wirabhumi , putra Hayam Wuruk dari istri selir. Hingga terbelah, keraton barat Majapahit dikuasai Wikramawardhana, sedangkan bagian timur keraton dikuasai Bhre Wirabhumi.

"Tahun 1405, terjadi perang antara pihak Wikramawardhana melawan kubu Bhre Wirabhumi yang kemudian disebut sebagai Perang Paregreg," ujar .P.N.A. Masud Thoyib, Pengageng Kedaton Jayakarta beberapa waktu silam.

Pranoedjoe Poespaningrat dalam buku Kisah Para Leluhur dan yang Diluhurkan: Dari Mataram Kuno sampai Mataram Baru (2008) menyebutkan bahwa Perang Paregreg satu di antara faktor penyebab kemunduran Majapahit.

Perang Paregreg adalah peperangan yang terjadi antara Majapahit istana barat yang dipimpin Wikramawardhana dan istana timur yang dipimpin Bhre Wirabhumi. Perang tersebut pecah pada 1404-1406 dan menjadi penyebab utama kemunduran Majapahit.

Pemberontakan Bhre Wirabumi atau Urubisma, Adipati Blambangan, yang masih putra Prabu Brawijaya dari selir mengawali terjadinya perang Paregreg. Namun, Urubisma tidak berhasil menegakkan panji kerajaan di kadipatennya, hingga meletuslah pemberontakan oleh adipati yang lain.

Wirabhumi berhasil memenangkan perang saudara tersebut. Namun, setelah Wikramawarddhana mendapat bantuan dari Bhre Tumapel, Kedaton Wetan pun dikalahkan.

Di tengah kekalahannya, Wirabhumi melarikan diri, dikejar Raden Gajah (Bhra Narapati) dan tertangkap. Hingga akhirnya Wirabhumi dipenggal kepalanya pada 1328 Saka (1406).

Untuk memadamkan berbagai pemberontakan, tentara dan dana kerajaan banyak tersedot. Raja-raja di luar Jawa pun akhirnya memisahkan dari ketergantungan terhadap Majapahit.

Majapahit dipimpin Wikramawarddhana hingga dirinya meninggal dunia pada 1351 Saka (1429). Kemudian, digantikan putrinya, Suhita, pada 1429-1447.

Dalam catatan Tionghoa dari masa Dinasti Ming. Lewat Ming Shih yang diterjemahkan W.P. Groeneveldt dalam Nusantara dalam Catatan Tionghoa, juga muncul perang saudara tersebut.

Setelah Kaisar Ch’eng-tsu bertakhta pada 1403, dia melakukan hubungan diplomatik dengan Jawa. Ia mengirim utusan kepada raja “bagian barat”, Tu-ma-pan dan kepada raja “bagian timur”, Put-ling-ta-hah atau P’i-ling-da-ha.

Namun, nama asli Bhre Wirabhumi tidak diketahui. Berdasarkan Pararaton, ia adalah putra Hayam Wuruk dari selir, dan menjadi anak angkat Bhre Daha istri Wijayarajasa, yaitu Rajadewi.

Bhre Wirabhumi menikah dengan Bhre Lasem sang Alemu, putri Bhre Pajang yang merupakan adik Hayam Wuruk. Dituliskan dalam Nagarakretagama, istri Bhre Wirabhumi adalah Nagarawardhani, putri Bhre Lasem alias Indudewi. Indudewi adalah putri Rajadewi dan Wijayarajasa.

Bhre Wirabhumi yang lahir dari selir Hayam Wuruk, menjadi anak angkat Rajadewi yang merupakan bibi Hayam Wuruk). Ia kemudian dinikahkan dengan Nagarawardhani, cucu Rajadewi.

(Artikel ini pernah ditulis Doddy Handoko)

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya