Kisah Prajurit Kopassus, Lolos dari Maut saat Diberondong Peluru hingga Ledakan Granat

Arief Setyadi , Jurnalis
Rabu 17 Mei 2023 05:03 WIB
Mayjen (Purn) Hermintoyo (Foto: Tangkapan layar)
Share :

TAK lekang dalam ingatan Mayor (Purn) Hermintoyo saat dirinya memasuki palagan Timor. Ketika itu, ia dalam misi Operasi Seroja di Timor Timur.

Hermintoyo yang kala itu kopral satu (koptu) ditugaskan sebagai sebagai operator radio Peleton 2 Kompi B Nanggala V Kopassandha. Dirinya diterjunkan dari pesawat C-130 Hercules TNI AU untuk merebut Dili bersama pasukan baret merah lainnya.

“Persiapan terjun di Dili tanggal 6 (Desember 1975). Kita persiapan pagi-pagi selesai apel, payung yang kita taruh di gudang, radio juga saya persiapkan, tapi saya menyendiri. Yang lain-lain menyiapkan di dalam barak, saya di luar barak," ujar Hermin dilansir channel Beny Adrian.

Pria akrab disapa Hermin itu mengaku menyendiri karena untuk menenangkan diri. Sebab, banyak rekan-rekannya yang gugur saat bertugas di sana.

"Ya, untuk menenangkan diri. Karena apa, kawan-kawan yang melaksanakan tugas seperti Tim Umi, Tim Susi. banyak yang gugur di sana. Saya sudah persiapan, bahwa saya sudah siap mati," ujarnya.

Sebelum diberangkatkan, seluruh prajurit membaca doa. Namun, alangkah terkejutnya Hermin, ternyata sang istri sudah ada di belakangnya.

"Kita dibagi doa oleh rohis kita yaitu Kapten Nu'man Mursidi. Kita baca, ternyata istri saya sudah di belakang saya. Saya dikirimi nasi bungkus, saya makan dia ngeliatin. Kurang lebih setengah 12 siang kita sudah naik truk untuk berangkat ke Halim," ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya