Kisah Penjajah Belanda Bantai Warga Kampung Gempol Bekasi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Kamis 18 Mei 2023 06:00 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

Dengan mata yang masih berkaca-kaca usai menceritakan ketika ayahnya ditembak mati serdadu Belanda yang disebutnya Nederlandsch Indië Civil Administratie (NICA), Paisyah juga mengisahkan detik-detik Solih dibantai seorang serdadu berkulit hitam, hidung mancung dan berpostur tinggi besar bernama “Tuan Pana”.

“Itu namanya Solih, sebenarnya dia keponakan tokoh (masyarakat) sini, Engkong Kopang. Tapi dijadiin anak angkat. Pas bapak (angkatnya) itu mau ditembak, dia ngerangkul terus di kaki bapaknya,” ungkap Paisyah berkisah.

Solih yang sempat disergah dan dilempar menjauh oleh tentara Belanda lainnya, terus mendekati ayah angkatnya yang dituduh memberikan tempat singgah bagi beberapa anggota Laskar Hisbullah pimpinan KH Noer Ali.

Setelah beberapa kali merangkul ayahnya lagi, datang seorang serdadu bersyal merah yang disebutkan Paisyah bernama Tuan Pana.

“Habis dicegah tentara Belanda yang lain, datang deh itu komandannya pake syal merah, Tuan Pana. Langsung disabet itu perutnya si Solih sampai ususnya ke mana-mana (terburai).

Dengan meringis dan masih bernyawa, Solih dengan memegangi ususnya agar tidak tercerai melihat sendiri ayah angkatnya roboh ditembus timah panas. Syaifulloh, cucu Paisyah, menceritakan bahwa saat itu warga desa yang lain tak ada yang berani menolong Solih.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya