“Mbang, apa itu ABS?,” tanya Bung Karno. “Oh, itu hanya nama band-nya Pak Mangil, Pak,” jawab Bambang Widjanarko lugas.
Tapi bagi Soekarno pribadi, band bentukan Mangil itu dinamainya “Brul Apen”. Sebutan dari bahasa asing yang kalau diterjemahkan artinya monyet-monyet yang terus mengerang dan cecowetan tanpa henti.
Nama ini selalu melekat bagi Bung Karno, tanpa pernah tahu apa artinya ABS hingga akhir hayatnya. Band ini tidak hanya dihadirkan di acara-acara di Indonesia.
Pada suatu jamuan di Roma, Ibu Kota Italia pun, Band Die Brul Apen van BK alias ABS, turut dibawa Bung Karno dan mengisi setengah dari acara sampai selesai. Itu pun setelah memberi kesempatan lebih dulu bagi para musisi Italia yang disediakan tuan rumah memainkan lagu berirama Waltz sebagai pembuka.
(Nanda Aria)