JAKARTA - Ketua Umum DPP Pemuda Partai Perindo Effendi Syahputra menyoroti Piala Dunia 2026 bakal menjadi ajang spektakuler, menyusul ini merupakan kali pertama 48 negara bakal berlaga di kompetisi sepak bola paling bergengsi antar-negara di dunia tersebut.
Piala Dunia 2026 bakal dilangsungkan pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 mendatang dan kali pertama diikuti 48 negara serta digelar perdana di 3 negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.
Effendi Syahputra --yang merupakan Bacaleg DPRD DKI Jakarta Dapil 7 meliputi Jakarta Selatan (Kecamatan Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Cilandak, Pesanggrahan, dan Setiabudi) itu-- menyatakan, hal yang harus lebih diperhatikan adalah bagaimana semangat FIFA dalam menggelar Piala Dunia untuk kali pertama di 3 negara.
Politisi Partai Perindo --yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu-- juga menambahkan selain tiga tuan rumah, Piala Dunia 2026 merupakan kali pertama FIFA mencoba menerapkan format 48 negara yang akan turut andil setelah hanya berisikan 32 partisipan.
"Paling penting ke depan bagaimana pengaplikasian logo ini sejalan dengan semangat Piala Dunia dan mampu membawa kampanye Piala Dunia di 3 negara pertama yang juga pertama diikuti 48 negara kepada publik sepak bola dunia," ujar Juru Bicara Nasional Partai Perindo -- partai yang dikenal peduli rakyat kecil, gigih memperjuangkan penciptaan lapangan kerja, dan Indonesia sejahtera itu, Sabtu (20/5/2023).
Terkait warganet yang membahas logo piala dunia, Effendy mengatakan FIFA sebagai induk federasi sepak bola dunia diyakini memikirkan hal tersebut secara matang.
"Logo Pildun tentu telah dipikirkan dengan baik oleh FIFA bahwa kalau konsep desainnya banyak dikritisi masyarakat, khususnya para desainer-desainer logo, itu hal wajar. Seni kan tidak bisa dimonopoli dan dipaksakan harus disukai atau dianggap bagus oleh semua orang," sambung Effendi --yang juga Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai Perindo itu.
(Khafid Mardiyansyah)