GUNUNGKIDUL - Kasus penembakan terjadi di Gunungkidul saat konser dangdut. Insiden tersebut dilakukan seorang oknum polisi yang tidak sengaja meletupkan senjataya saat terjadi kericuhan, korban pun tewas terkena tembakan itu.
Berikut sejumlah fakta terkait peristiwa tersebut:
1. Viral di Medsos
Warga Kapanewon (Kecamatan) Girisubo Gunungkidul geger. Salah seorang warganya dikabarkan terkena peluru senjata laras panjang yang digunakan polisi saat bertugas. Peristiwa tersebut terjadi saat pentas musik dangdut di Padukuhan Wuni Kalurahan Nglindur Kapanewon Girisubo Minggu 14 Mei 2023, malam.
Peristiwa tersebut diunggah oleh admin Instagram @gunungkidulupdate. Dalam video tersebut nampak terlihat ada terjadi sebuah keributan kecil dalam pentas seni di dusun Wuni. Nampak beberapa orang bersama petugas berdiri di atas panggung.
Nampak salah satunya adalah anggota polisi menggunakan rompi hijau membawa senjata Laras panjang di Depan perutnya. Ketika anggota polisi tersebut hendak jongkok tiba-tiba senjata tersebut meletus
Nasib nahas dialami oleh Aldi (20) warga Pakuhan Wuni, Kalurahan Nglindur, Kapanewon Girisubo. Anggota Karangtaruna itu meninggal dunia usai tertembak senapan laras panjang oknum anggota Polisi Polsek Girisubo berinisial K. Peristiwa tersebut terjadi saat acara hiburan dalam rangka bersih dusun Padukuhan Wuni.
Informasi yang berhasil dihimpun dari warga, kejadian tersebut berlangsung sekira pukul 23.00 WIB. Bermula saat acara hiburan berlangsung terjadi kericuhan antar penonton. Saat kericuhan tersebut menurut keterangan sejumlah saksi, oknum Polisi tersebut membawa senjata laras panjang dan berada di atas panggung.
"Tiba-tiba bunyi suara letusan," terang Marcel saksi yang juga anggota Karang Taruna Padukuhan Wuni.
2. Pelaku Briptu MK Jadi Tersangka
Polda DIY akhirnya menetapkan Briptu MK sebagai tersangka meninggalnya Aldi Apriyanto (18). Aldi meninggal dunia usai tertembus peluru dari senjata SSA.1 yang disandang oleh Briptu MK saat mengamankan pertunjukkan musik dangdut dalam rangka bersih Dusun di Balai Dusun Wuni, Kalurahan Nglindur, Kapanewon Girisubo. Gunungkidul.
Direktur Direktorat Kriminal Umum Polda DIY, Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra mengatakan pihaknya telah memeriksa 5 orang saksi semuanya berasal dari anggota kepolisian. Saat ini polisi telah terjun ke Gunungkidul untuk memeriksa para saksi dari warga.
"Kami sedang memeriksa warga untuk mendapatkan informasi lebih," ujar dia
3. Kronologi Kejadian
Adapun kronologis kejadiannya adalah pada hari Minggu tanggal 14 Mei 2003 sekitar pukul 23.00 tersangka bersama teman-temannya melakukan pengamatan musik dangdut dalam rangka bersih Dusun Wuni. Dan kebetulan pada saat kejadian, acara tersebut sudah mau selesai.
"Acara sudah mau selesai namun terjadi keributan di antara para penonton," ujar dia.
Karena terjadi keributan, tersangka akhirnya naik ke atas panggung dengan tujuan untuk menengahi keributan antar penonton tersebut sehingga tidak terjadi keributan lebih lanjut. Kemudian tersangka dari atas panggung meminta senjata api yang dipegang oleh rekannya yaitu saksi Iptu Yudhoyono.
Tersangka meminta senjata tersebut karena rekannya yang membawa senjata itu masih di dekat tersangka. Kemudian senjata tersebut diberikan kepada tersangka. Sembari memberikan senjata tersebut, Iptu Yudhoyono menjelaskan dengan kode bahwasanya posisi senjata dalam keadaan terisi.
"Saat itu tersangka mengganggukan kepala tanda mengerti bahwasanya senjata tersebut dalam keadaan terisi," terangnya.
4. Korban Langsung Terkapar
Usai terdengar letusan tersebut korban yang saat itu berada di depan panggung langsung terkapar dan mengerang kesakitan. Lantaran ditubuhnya terluka dan berdarah, korban akhirnya dibawa ke Puskesmas Rongkop. Namun lantaran lukanya cukup parah korban dilarikan ke RSUD Wonosari.
5. Reaksi Warganet
Postingan ini mengundang reaksi dari warganet.
"Kalo memang harus dengan tembakan peringatan untuk melerai kericuhan, kenapa ga di arahin ke atas?? GAUSAH BAWA SENPI KALO GATAU GUNANYA!!!!" tulis @dikyset***
"Ojo nganti kendor seng jenenge salah yo salah ra pandang dekne polisi,ora peh polisi iso gae menungso ninggal kudu di adili ojo nganti konco konco polisine nglindungi" tulis @imamkh***
(Angkasa Yudhistira)