TANGERANG SELATAN - Fenomena tanah bergerak membuat rumah janda tua Maryani (65) rusak parah. Retakan-retakan besar terlihat di sepanjang dinding rumah, bahkan bagian atap nyaris saja ambruk jika tak ditambal sulam dengan penyangga.
Rumah Maryani terletak di Kampung Sengkol, RT05 RW02, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel). Dia tinggal di sana bersama 2 anak perempuan dan 3 orang cucunya. Suaminya telah tiada sejak 2008.
Tempat tinggal Nenek Maryani memang berada tak jauh dari tebing yang rentan longsor. Kontur hingga kemiringan permukaan tanah di sana bisa menyebabkan tanah bergerak manakala ada tekanan air hujan yang cukup deras.
"Rumah ini pada retak-retak, atapnya juga udah mau ambruk, katanya karena tanah bergerak. Udah hampir 10-an tahun lalu begini. Nanti kalau ada kejadian, baru dibenerin lagi, nanti retak-retak lagi," tuturnya ditemui, Senin (22/5/2023) malam.
Retakan besar nampak melintang di berbagai sudut dinding rumah sederhana itu. Bahkan, di permukaan lantai bagian belakang terdapat sejumlah retakan.
"Sekarang sebenarnya tinggal nunggu rubuhnya aja, udah begini bisa lihat sendiri," imbuhnya.
Upaya perbaikan tak banyak dilakukan Nenek Maryani, sebab tulang punggung keluarga hanya bertumpu pada anak perempuannya yang bekerja di salah satu konveksi. Belum lagi, cucu-cucu nya masih bersekolah hingga memerlukan biaya tambahan.
"Kalau saya setiap hari di rumah, ngurus cucu. Cuma anak saya aja yang kerja," ucapnya.