“Siapa pun yang menang harus diterima sebagai konsekuensi dari kehidupan berkonstitusi, karena pemilu itu mencari pemimpin bukan cari musuh,” tegas Mahfud.
Pemerintah yang sah itu, lanjut Mahfud, harus diikuti menurut syar’i. Melawan pemerintah yang sah adalah makar. Itu sebabnya menurut Mahfud, negara harus dijaga.
“Protes terhadap kebijakan pemerintah boleh, tapi jangan sampai menyebabkan lumpuhnya pemerintahan dan negara, karena kalau negara runtuh rakyat yang sengsara,” jelas Mahfud.
Mahfud yang dikenal memiliki kedekatan dengan para pengasuh pesantren di Madura ini mempersilahkan protes jika ada kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan tujuan bernegara.
“Setiap pemberontakan melahirkan kesengsaraan pada rakyat. Kalau ingin memprotes terhadap kebijakan pemerintah silahkan, itu di bawah perlindungan saya sebagai Menko Polhukam,” pungkas Mahfud.
(Fakhrizal Fakhri )