Survei SMRC Ungkap Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Jokowi Meningkat

Achmad Al Fiqri, Jurnalis
Minggu 28 Mei 2023 15:09 WIB
Presiden Jokowi. (Biro Pers Setpres)
Share :

JAKARTA - Mayoritas publik dari kalangan kritis merasa puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu berdasarkan temuan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan pada 23-24 Mei 2023.

"Tingkat kepuasan di kalangan pemilih kritis pada kinerja presiden Jokowi mencapai 79,7%. Sementara yang kurang atau tidak puas 18,1%, dan ada 2,2% yang tidak berpendapat," kata Direktur Riset SMRC, Deni Irvani saat memaparkan hasil survei secara daring, Minggu (28/5/2023).

Deni menyebutkan, tren kepuasan pemilih kritis terhadap kinerja Presiden Jokowi naik dalam kurun 3 tahun terakhir. Pada Mei 2020, SMRC menemukan sebanyak 66,3% pemilih kritis puas. Angka itu naik drastis menjadi 79,7% di survei terakhir Mei 2023.

"Kenaikan tingkat kepuasan ini konsisten dengan naiknya penilaian positif atas kinerja pemerintah dalam menangani pemulihan ekonomi," tuturnya.

Dalam survei SMRC pada Maret 2023, menemukan 61% publik puas atau sangat puas pada kinerja pemerintah menangani pemulihan ekonomi. Sementara sebanyak 35% menyatakan tidak puas, dan 4% yang tidak tahu.

"Tingkat kepuasan publik ini naik dari 51% pada September 2020 menjadi 61% pada survei Maret 2023," tutur Deni.

Sebagai informassi, survei pada pemilih kritis itu dilakukan 23-24 Mei 2023. Pengambilan data dilakukan dengan cara metode wawancara telepon.

Sementara itu, terdapat 915 responden berumur 17 tahun ke atas atau yang memiliki hak suara yang berhasil diwawancara hingga selesai. Margin of error dalam survei ini sekitar 3,3% pada tingkat kepercayaan 95%.

Pemilih kritis yang menjadi responden dalam survei ini ialah pemilih yang punya akses ke sumber-sumber informasi sosial-politik secara lebih baik karena mereka memiliki telepon atau cellphone. Sehingga bisa mengakses internet untuk mengetahui dan bersikap terhadap berita-berita sosial-politik.

Mereka umumnya adalah pemilih kelas menengah bawah ke kelas atas, lebih berpendidikan, dan cenderung tinggal di perkotaan. Mereka juga cenderung lebih bisa memengaruhi opini kelompok pemilih di bawahnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya