Letnan tersebut ditinggalkan bersama kepala pelabuhan Spijck dengan dua perahu yang berisi cukup banyak bahan makanan untuk melakukan observasi. Pada tanggal 30 Oktober 1657 pemimpin-pemimpin ekspedisi Jawa diundang ke kapal Kompeni. Kecuali di laut, Pemerintah Kompeni juga waspada di darat, dan mengirimkan sebuah regu pengintai untuk meng- amat-amati jalan dari Karawang menuju Banten yang melalui daerah pegunungan.
Orang-orang Jawa itu menyatakan bahwa mereka tidak bermaksud apa-apa. Mereka pergi ke Banten hanya untuk melihat apa yang sedang dilakukan orang-orang Banten di sana. Selain itu, langkah tersebut agar mereka datang ke sana untuk mengusir orang Banten dari Karawang.
(Awaludin)