Apalagi padaNagarakretagama pupuh LVI-LVII menguraikan tentang hilangnya arca Mahaksobhya tahun 1331 dari candi makam Jajawa di Pandakan di kaki Gunung Welirang, tempat Sri Kertanagara dicandikan. Arca Mahaksobhya yang biasa disebut arca Jaka Dolog, adalah arca Sri Kertanagara.
Pada arca itu dipahat prasasti Wurare yang menyatakan penyatuan Janggala dan Panjalu oleh Sri Jayawisnuwardhana. Penyingkiran arca Mahaksobhya dari Candi Jawi tidak didorong oleh keinginan untuk menjauhkan Sri Kertanagara dari pandangan masyarakat Majapahit, tetapi oleh keinginan menjauhkan prasasti tentang pola-politik penyatuan Janggala dan Kediri. Gajah Mada menganut pola politik Sri Kertanagara, jadi tidak ada alasan untuk mengurangi penghargaannya terhadap Sri Kertanagara.
(Qur'anul Hidayat)