Indonesia Alami "Lost Generation" Pancasila Selama 20 Tahun, Pemerintah Berupaya Kembalikan ke Kurikulum

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Rabu 31 Mei 2023 14:55 WIB
Indonesia mengalami lost generation Pancasila selama 20 tahun sehingga pemerintah mengembalikan lagi Pendidikan Pancasila ke kurikulum. (tangkapan layar)
Share :

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, mengatakan bangsa Indonesia adalah bangsa majemuk dengan beragam suku, ras, agama, dan kepercayaan, namun dipersatukan oleh kesepakatan-kesepakatan. Dalam sebuah teori disebut sebagai covenantal pluralism (pluralisme kovenantal), yaitu pluralisme atau kemajemukan yang tidak mencampuradukkan perbedaan, tetapi tetap mempertahankan perbedaan-perbedaan di dalamnya.

“Pancasila adalah contoh kesepakatan utama yang amat penting tersebut, dan itulah juga sebabnya banyak pengamat di berbagai negara yang tertarik dengan Pancasila karena dianggap mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang amat besar dan majemuk,” kata Matius.

Menurutnya, tantangan Indonesia dengan lebih dari 1.300 suku dan 650 bahasa yang tersebar di berbagai pulau dari Sabang sampai Merauke menjadi pengalaman berharga juga bagi bangsa-bangsa lain di dunia di tengah tantangan polarisasi dan perpecahan.

Senior Fellow University of Washington, Dr Chris Seiple, mengatakan kompetensi dalam Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) semakin penting dimiliki para guru karena mereka akan benar-benar memahami agamanya dan bagaimana agamanya memiliki sudut pandang positif dalam menjalin hubungan dengan orang yang berbeda.

“Kita ingin orang-orang memiliki teologi mendalam yang akan melahirkan cara pandang politik yang moderat,” katanya.

Wakil Presiden Asosiasi Lintas Agama G20, Prof Katherine Marshall, mengatakan keberagaman adalah hal purba yang selalu ada di dunia ini, bahkan makin besar dari waktu ke waktu. Dia menyebutkan, hubungan insani atau antarpribadi menjadi esensi untuk mengubah pandangan atau nilai kita tentang orang lain yang berbeda.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya