Penelitian Ungkap Wajah Raja Populer Mesir Kuno, Firaun Tutankhamun

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 05 Juni 2023 13:57 WIB
Foto: Reuters.
Share :

KAIRO - Para peneliti telah melakukan studi baru yang bertujuan untuk menjelaskan penampilan wajah firaun Mesir kuno, Tutankhamun. Studi tersebut, yang dipimpin oleh tim ahli forensik dan antropolog, menggunakan teknik canggih dan data historis untuk membuat perkiraan wajah firaun muda tersebut.

Tutankhamun, lahir sebagai Tutankhaten, naik tahta pada usia 9 tahun dan memerintah selama kurang lebih satu dekade selama Dinasti ke-18 Mesir kuno. Pemerintahannya, yang berlangsung antara 1333 dan 1324 SM, telah menjadi bahan spekulasi dan misteri masih menyelimuti kehidupan dan kematiannya.

Menurut penelitian yang baru saja diterbitkan dalam Italian Journal of Anatomy and Embryology, otopsi pertama yang dilakukan pada tubuh Tutankhamun pada 1925 memberikan informasi yang terbatas tentang penyebab kematiannya. Namun, pemeriksaan selanjutnya, termasuk gambar sinar-X pada 1968 dan pemindaian tomografi terkomputasi pada 2005, menawarkan lebih banyak wawasan tentang kesehatannya dan potensi penyebab kematiannya. Pemeriksaan ini mengesampingkan hipotesis pembunuhan tetapi menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan patah tulang lutut menjelang kematiannya.

Pada 2010, sebuah studi terobosan yang melibatkan analisis DNA Tutankhamun dan anggota keluarganya mengungkapkan informasi penting tentang kondisi kesehatan dan hubungan keluarga. Studi tersebut menegaskan bahwa Tutankhamun menderita malaria dan penyakit Köhler dan memiliki hubungan keluarga dekat dengan Akhenaten, kemungkinan ayahnya, dan dua janin lahir mati yang ditemukan di makamnya.

Penampilan wajah Tutankhamun telah lama membuat penasaran para peneliti dan masyarakat umum. Selama bertahun-tahun, berbagai perkiraan wajah telah dibuat dengan menggunakan teknik forensik.

Pada 1983, seniman forensik Betty Pat Gatliff merekonstruksi wajah Tutankhamun berdasarkan tengkorak plester yang dibentuk dari radiografi.

Kemudian pada 2005, tiga tim (satu Mesir, satu Prancis, dan satu Amerika Serikat) secara mandiri mengembangkan rekonstruksi wajah menggunakan tengkorak tersegmentasi dari pemindaian tomografi terkomputasi, menghasilkan interpretasi yang sedikit berbeda tentang penampilan firaun.

Rekonstruksi wajah Firaun Tutankhamun. 

Studi baru-baru ini oleh tim akademisi dari Brasil, Australia, dan Italia menggunakan teknik digital canggih untuk merekonstruksi tengkorak Tutankhamun tiga dimensi berdasarkan data yang tersedia, termasuk irisan tomografi, sinar-X, dan pengukuran antropometrik. Para peneliti menggunakan proses yang disebut deformasi anatomi untuk mengadaptasi struktur tulang tersegmentasi agar sesuai dengan karakteristik tengkorak Tutankhamun. Tengkorak yang direkonstruksi ini kemudian menjadi dasar untuk perkiraan wajah menggunakan teknik forensik.

Harus dikatakan, ada kesamaan yang jelas antara rekonstruksi 2005 dan upaya terakhir, meskipun Firaun Tutankhamun tampaknya lebih muda.

"Bagi saya dia terlihat seperti pria muda dengan wajah lembut," kata Cicero Moraes, salah satu penulis studi baru tersebut, sebagaimana dilansir dari Ancient Origins.

Bahkan Dr Michael Habicht, Egyptologist dan arkeolog di Universitas Flinders Australia, dan salah satu penulis studi tersebut, mencatat bahwa rendering yang telah selesai 'sangat mirip' dengan yang sebelumnya, lapor Independent.

Tim menggunakan perangkat lunak OrtogOnBlender, sebuah program sumber terbuka dan gratis, untuk memodelkan fitur wajah dan menghasilkan gambar akhir. Prosesnya meliputi melengkapi daerah tengkorak yang hilang, memproyeksikan profil dan struktur wajah menggunakan data statistik, dan merinci konfigurasi wajah dan rambut.

Hasil penelitian menyajikan perkiraan wajah Tutankhamun yang memberikan wawasan berharga tentang penampilannya semasa hidupnya. 

Para peneliti menekankan bahwa teknik yang digunakan dalam penelitian bukanlah tentang identifikasi tetapi tentang pengenalan, yang dapat mengarah pada identifikasi selanjutnya.

Studi baru ini berkontribusi pada pemahaman kita tentang penampilan fisik Tutankhamun dan memberikan gambaran sekilas tentang kehidupan firaun Mesir kuno ini. Temuan ini memberi para peneliti dan masyarakat umum representasi visual dari raja muda, yang memicu daya tarik dan keingintahuan lebih lanjut tentang misteri Mesir kuno.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya