JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menanggapi soal pencalonan dirinya sebagai calon presiden (capres) pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Dirinya mengaku tetap berpegang teguh pada hasil musyawarah nasional (Munas) dan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Golkar itu.
Diketahui dari hasil Munas dan Rapimnas, Airlangga didapuk menjadi bakal capres dari Partai Golkar. "Itu hasil keputusan Munas, rapim (rapimnas) dan rakernas. Jadi tak ada geser itu," kata Airlangga di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/6/2023).
Airlangga didapuk sebagai capres juga ditegaskan juga oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia. Doli mengatakan bahwa partainya tetap mengusung Airlangga capres pada Pemilu 2024.
"Jadi kalau ditanya apa keputusan Golkar hari ini tentang capres? Keputusan masih capresnya pak Airlangga Hartarto," kata Doli di sela-sela rapat kerja nasional (Rakernas) Golkar 2023 di Kantor DPP Partai Golkar.
Doli menjelaskan, tidak ada perubahan sikap sejak Musyawarah Nasional (Munas) 2019 lalu. Keputusannya, kata Doli, tetap sama, yakni mengusung Airlangga sebagai capres.
"Jadi ada satu keputusan khusus dalam munas tahun 2019 itu yang judulnya adalah sikap Partai Golkar terhadap pilpres. Isinya ada dua pasal, pasal pertama bahwa partai golkar harus ikut kontestasi dalam capres dan atau cawapres," katanya.
"Yang kedua, disebutkan di situ langkah strategis kemudian keputusan dan momentum itu diserahkan kepada Ketua umum terpilih. Pada saat itu Ketua umumnya belum ada. Jadi keputusan dulu baru kita proses pemilihan. Jadi diserahkan kepada Ketua Umum terpilih periode 2019-2024," sambungnya.
(Angkasa Yudhistira)