SUKABUMI - Gempa bumi mengguncang sebagian besar wilayah Kota Sukabumi pada Selasa (6/6/2023) sekira pukul 14.23 WIB. Gempa bermagnitudo (M) 5,1 dengan kedalaman 10 kilometer tersebut, episentrumnya berada di 126 kilometer tenggara Kota Sukabumi.
Salah satu warga yang merasakan gempa tersebut, Andri Somantri (35) mengatakan bahwa guncangan terasa kencang saat dirinya berada di lantai 2. Walaupun tidak terjadi kepanikan, gempa tersebut sempat membuat seluruh karyawan di kantornya merasa ketakutan.
"Terasa kuat guncangannya di Jalan Brawijaya, Kota Sukabumi. Namun karena getarannya tidak terlalu lama sehingga tidak terjadi kepanikan karyawan hingga berhamburan keluar," ujar Andri kepada MNC Portal Indonesia.
Berbeda dengan Andri, salah satu warga lain, Apriliandi Rahmawan (23) yang sedang berada di Gedung Harsa, Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, tidak merasakan ada getaran akibat gempa tersebut.
"Saya sedang mengantarkan kakek untuk acara pelepasan pergi haji, tidak merasakan adanya gempa. Seluruh jemaah haji dan pengantar di sini juga tidak merasakan gempa, jadi seperti tidak ada apa-apa, saya juga tahu ada gempa dari status WA teman-teman," ujar Apri.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik mengatakan, hingga pukul 14.30 WIB. Pihaknya belum menerima laporan dampak yang terjadi akibat kejadian gempa bumi tersebut.
“Untuk sementara belum ada laporan dari grup tanggap yang isinya seluruh aparat wilayah kelurahan yang ada di Kota Sukabumi,” kata Novian saat dikonfirmasi.
Novian mengakibatkan bahwa forum koordinasi laporan bencana akan terpusat melalui WhatsApp Group (WAG) aparat di 32 kelurahan. Petugas BPBD disiagakan turun ke lapangan saat menerima laporan dari masyarakat.
“Imbauan ke masyarakat kalau memang terdampak lapor ke aparat atau kontak ke BPBD nanti kita tindaklanjuti. Nah untuk waspada masyarakat dimohon kalau ada gempa segera mungkin menuju titik aman,” ujar Novian.
(Fakhrizal Fakhri )