Sehari sebelumnya, Nasution beserta Jenderal Sudirman bertemu dengan Presiden Soekarno untuk menyampaikan aspirasi TNI.
Dalam keadaan sakit, Sudirman mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa mengikuti pemerintahan, jika perjanjian Roem Royen dilaksanakan. Begitu juga dengan Nasution, yang menyepakati pernyataan sang Jenderal.
Soekarno bersikeras dan tidak akan menarik mundur menandatangani gencatan senjata. Tangis Sudirman lantas meledak.
Sore harinya, Nasution diminta menghadap Jenderal Sudirman. Nasution menjelaskan kepada Sudirman pentingnya mendukung Soekarno dan Hatta.
"Tanpa persatuan TNI dengan Soekarno-Hatta, tak mungkin berhasil perjuangan Indonesia, biarlah kita ikuti Soekarno-Hatta," ujar Nasution.
Pada akhirnya, Sudirman menuruti permintaan Nasution. Soekarno resmi menandatangani perjanjian Roem Royen, dan melaksanakan gencatan senjata terhadap Belanda.
(Susi Susanti)