Ini Harapan Ayahanda Ketika Soeharto Dilahirkan

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 08 Juni 2023 05:01 WIB
Presiden RI Soeharto (foto: dok ist)
Share :

JAKARTA - Buku 'Anak Desa, Biografi Presiden Soeharto', karya O.G Roeder, menceritakan kelahiran Presiden ke-2 RI, Soeharto di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Desa Godean, Yogyakarta, pada 8 Juni 1921.

Menjelang kelahiran Soeharto, Kertosudiro, ayahnya masih memeriksa empang di area persawahan Pak Kerto, begitu biasa ia disapa, adalah seorang ulu-ulu atau jogotirto, yakni seorang perangkat desa yang mengurus pembagian air dan pengairan sawah.

Lalu ia diberitahu bahwa waktu melahirkan istrinya sudah tiba. Kertosudiro pun langsung bergegas pulang. Suasana rumahnya sudah ramai. Di depan pintu seorang perempuan tua, istri Kromodiryo menyambut kehadirannya.

Kromodiryo adalah pamannya, yakni adik kandung Kertoirono, ayahnya. Kebetulan istri Kromodiryo dikenal sebagai dukun beranak. Di Dusun Kemusuk, masyarakat akrab memanggilnya Mbah Pomo atau Mbah Genduk. Ia menyambut kedatangan Kertosudiro dengan gembira.

“Wajahnya yang berseri-seri menandakan kegembiraan dan kepuasan hatinya. Ia baru saja menolong isteri keponakannya melahirkan seorang anak laki-laki,” tulis O.G Roeder.

Pak Kerto sangat gembira, meskipun tidak ia tampakkan secara berlebihan. Sudah lama ia memohon kepada Tuhan agar dianugerahi anak laki-laki, dan doanya dikabulkan.

Kertosudiro masuk ke dalam kamar dan berdiri di sebelah Sukirah, istrinya yang usai melahirkan.

“Saya senang kita mendapat anak laki-laki, Mas,“ kata istrinya kepada Kertosudiro. “Sayapun tahu, pintamu berlaku,” tambahnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya