4 Fakta WN Korsel Bos Telekomunikasi Bunuh Diri di Depok

Muhammad Refi Sandi, Jurnalis
Sabtu 10 Juni 2023 07:17 WIB
WN Korsel ditemukan tewas di Depok. (MPI/Refi Sandi)
Share :

DEPOK - Seorang warga negara asing (WNA) asal Korea berinisial SSH (55) ditemukan sudah membusuk dengan kondisi tergantung di perumahan elite Raffles Hills Blok EA1 No 15 RT 6 RW 16, Tapos, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Ahmad Fuady membenarkan kejadian bunuh diri di perumahan Raffles Hills Cibubur. Berikut 4 fakta WN Korea ditemukan tewas di Depok, sebagaimana dirangkum pada Sabtu (10/6/2023) :

1. Ditemukan Karyawan

Salah satu petugas keamanan di RW 16 Raffles Hills Cibubur, Dwiki menyebut, korban gantung diri pada Kamis (8/6/2023) sekira pukul 18.00 WIB. Namun baru ketahuan pada Jumat pagi ketika karyawan hendak bekerja dan dilakukan upaya pendobrakan.

"Ketahuan setelah pukul 08.30 WIB pagi karena karyawan itu udah waktu jam kerja nah akhirnya didobrak oleh karyawannya," kata Dwiki saat ditemui di perumahan elite tersebut, kemarin.

Dwiki menambahkan saat ditemukan dalam posisi gantung diri di sebuah tangga.

"Untuk ditemukan sudah tidak bernyawa apalagi dalam posisi gantung diri. Dibilang kusen, tangga sih jatuhnya," ucapnya.

2. Bos Perusahaan Telekomunikasi

Dwiki menjelaskan, SSH merupakan bos sebuah perusahaan telekomunikasi PT KTI. Menurutnya WNA asal Korea itu hanya mengontrak sebagai kantor kurang lebih sudah tiga tahun.

"Untuk profesi dia saya tahu bos dari PT KTI (Korea Telekom Indonesia). Untuk menetap jatuhnya pengontrak ya karena itu jatuhnya kantor kurang lebih 3 tahun sudah di sini. Tapi di sini dia bukan tempat tinggal, tempat tinggal di Cipayung," tuturnya.

3. Diduga Depresi

WN Korsel itu tewas gantung diri diduga karena depresi.

"Untuk motif ada petugas yang menanyakan lagi, yang saya tahu diduga depresi," kata Dwiki saat ditemui di lokasi, Jumat (9/6/2023).

4. Tidak Bersosialisasi

Dwiki menambahkan, sosok SSH kurang dalam perihal sosialisasi. Ia hanya bertegur sapa saat membuka kaca mobil saat hilir mudik di kompleks tersebut.

"Sosialisasi (dengan tetangga) tidak ada. Kurang lebih melalui kartu aja karena kartu dia buka kaca kan," ujarnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya