GUNUNGKIDUL - Tiga Kalurahan di Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul telah dilanda kekeringan. Kendati demikian, pemerintah Kapanewon atau Kecamatan belum akan melakukan dropping air ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan tersebut.
Panewu Purwosari, Wahyu Ardi mengakui, jika Purwosari menjadi salah satu wilayah yang terdampak kekeringan. Oleh karenanya pihak kapan dewan selalu memberikan anggaran untuk melakukan dropping air guna membantu masyarakat.
"Kita selalu ada anggaran untuk droping air,"ujarnya.
Dia menyebut lada tiga kalurahan yang paling terdampak kekeringan. Ketiganya yaitu Giricahyo, Giripurwo dan Girijati. Wilayah tersebut berada di sepanjang pesisir pantai di kabupaten purwosari Gunung kidul.
Tiga wilayah tersebut sampai saat ini memang belum terjangkau dengan aliran dari perusahaan Daerah Air minum PDAM Tirta Handayani. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan air bersih Selama musim kering biasanya masyarakat melakukan pembelian atau menunggu bantuan dari pemerintah.
"Kami belum melakukan droping air. Karena cadangan air masih bisa dimanfaatkan,"terang dia
Kapanewon Purwosari pada tahun ini menyediakan anggaran senilai Rp. 60 juta. Rencananya, bantuan tersebut akan didistribusikan pada Bulan Juli mendatang. Diperkenalkan di bulan tersebut sudah merupakan puncak musim kemarau.
Karena sudah menjadi langganan kekeringan maka masyarakat setempat sudah memiliki kearifan lokal. Warga telah menyiapkan diri untuk kekeringan. Kendati demikian, pemerintah juga menyiapkan bantuan khususnya untuk masyarakat miskin dan untuk kepentingan sosial.