SEBANYAK empat anak suku pribumi ditemukan selamat usai bertahan hidup selama 40 hari di Hutan Amazon, akibat pesawat yang ditumpanginya terjatuh pada 1 Mei 2023.
Penemuan keempat kakak beradik itu dianggap sebagai sebuah keajaiban mengingat kondisi hutan tempat pesawat mereka jatuh. Berikut sejumlah faktanya:
1. Keempat Bersaudara dan Bayi 12 Bulan
Musibah yang menimpa keempat bersaudara, berusia 13, sembilan, empat tahun, dan seorang bayi berusia 12 bulan itu bermula pada 1 Mei saat pesawat Cessna 206 yang membawa mereka dalam perjalanan dari bandara Araracuara, di provinsi Caqueta ke San Jose del Guaviare, sebuah kota di provinsi Guaviare.
Lalu di tengah penerbangan, pesawat itu mengeluarkan peringatan mayday karena mengalami kerusakan mesin. Tiga orang dewasa, termasuk pilot dan ibu keempat bersaudara itu, Magdalena Mucutuy, tewas akibat kecelakaan itu dan jenazah mereka ditemukan di dalam pesawat.
2. Pemerintah Kolombia Lakukan Pencarian
Setelah berminggu-minggu pencarian, pada 17 Mei Presiden Kolombia Gustavo Petro dalam sebuah cuitan di Twitter mengatakan bahwa keempat anak itu telah ditemukan, memunculkan kegembiraan di seluruh negeri. Namun, dia kemudian menghapus cuitan itu, mengatakan bahwa informasi mengenai penemuan anak-anak itu belum dapat dikonfirmasi.
Akhirnya, pada Jumat, 9 Juni Petro mengatakan bahwa tetara Kolombia telah menemukan anak-anak itu, menyebutnya sebagai hari ajaib. Petro membagikan foto beberapa anggota militer dan komunitas Pribumi yang sedang merawat salah seorang anak, yang telah berada di hutan selama 40 hari.
3. Penemuan Bocah Sejauh 5 Km dari Lokasi Kecelakaan
Jenderal Pedro Sanchez, yang bertanggung jawab atas upaya penyelamatan, mengatakan bahwa anak-anak itu ditemukan 5 kilometer dari lokasi kecelakaan. Dia mengatakan tim penyelamat telah melewati dalam jarak 20 hingga 50 meter dari tempat anak-anak itu ditemukan beberapa kali, tetapi keberadaan para penyintas tersebut luput.
4. Bertahan Hidup Makan Tepung Tapioka
Paman anak-anak itu, mereka berhasil bertahan hidup di hutan selama lebih dari sebulan berkat tepung tapioka dan biji-bijian
"Ketika pesawat jatuh, mereka mengeluarkan (dari reruntuhan) sebuah fariña, dan karena mengkonsumsi makanan itu, mereka selamat," kata paman anak-anak itu, Fidencio Valencia kepada wartawan di luar rumah sakit. Fariña adalah tepung tapioka yang dikonsumsi masyarakat di wilayah Amazon.
“Setelah fariña habis, mereka mulai memakan biji-bijian,” kata Valencia.
5. Upacara Adat Digelar Sebagai Ucapan Syukur
Masyarakat adat mengadakan upacara di Bogota pada Minggu (11/6/2023) untuk mengucapkan terima kasih atas penyelamatan empat anak yang ditemukan dalam keadaan hidup, 40 hari setelah pesawat mereka jatuh di Hutan Amazon, Kolombia.
Luis Acosta, koordinator tim pribumi yang bertanggung jawab atas pencarian anak-anak di wilayah Amazon itu, mengatakan operasi tersebut merupakan kolaborasi dengan pasukan militer, dan pengetahuan komunitas masyarakat adat untuk membantu menemukan keempat anak tersebut.
“Ini adalah kombinasi antara kearifan leluhur dan kearifan Barat. Kita dapat mengatakan antara teknik militer dan teknik tradisional. Kombinasi itu menciptakan harapan, kegembiraan, dan kehidupan,” terangnya, diutip VOA.
(Awaludin)