Pada saat Xueli lahir, pemerintah China menerapkan kebijakan satu anak dalam keluarga. Selain itu, kebanyakan penduduk memandang albinisme sebagai kutukan. Jika anak terlahir dengan albinisme, maka orang tua dianggap sangat sial. Xueli pun dibuang oleh orang tua kandungnya, dengan tidak meninggalkan informasi apa pun mengenainya. Nama Xueli bahkan diberikan oleh petugas panti asuhan kepada dirinya. “Xue” berarti salju dan “Li” artinya cantik.
Saat menginjak usia tiga tahun, Xueli diadopsi oleh keluarga asal Belanda dan tinggal di Negeri Kincir Angin itu. Di usia ke-11, pada 2016, Xueli Abbing mulai terjun ke dunia model. Hal ini terjadi secara tidak sengaja, ketika ibunya melakukan kontak dengan seorang desainer asal Hong Kong, yang merancang pakaian untuk anak lelakinya yang berbibir sumbing. Sang desainer hendak merancang pakaian mewah untuk anaknya tersebut agar orang tidak selalu fokus menatap mulutnya yang berbeda dari orang kebanyakan. Xueli pun diajak untuk bergabung dengan peragaan busana yang disebutnya “ketidaksempurnaan yang sempurna” di Hong Kong.