LETKOL Alex Evert Kawilarang adalah pendiri Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT), dengan memerintahkan Mayor Mayor Mochamad Idjon Djanbi untuk membentuknya, yang kemudian menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memperingati hari jadinya tiap tanggal 16 April.
Mayor Djanbi yang punya nama lahir Rokus Bernardus Visser, pun membentuk pasukan elite pertama cikal-bakal Kopassus, dengan beragam kendala sumber daya.
Seiring berjalannya waktu, perubahan nama dan instansi yang membawahi terjadi, mulai dari 18 Maret 1953 diambil alih Markas Besar TNI.
Perubahan terus bergulir, menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD) pada 25 Juli 1955, kemudian diubah lagi Resimen Pasukan Komando AD (RPKAD), Pusat Pasukan Khusus AD (Puspassus AD) pada 12 Desember 1966, serta Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) pada 17 Februari 1971.
Sementara sebutan Kopassus baru terjadi ketika adanya reorganisasi ABRI, 26 Desember 1986. Pengembangan personel baru muncul pada 25 Juni 1996 dengan lima grup, ditambah satu unit Detasemen antireroris 81.
Terlepas dari berbagai kontroversi, Idjon Djanbi pun bisa disebut sebagai “Bapak Kopassus”. Tapi kalau soal penggagas atau pencetus, (alm) Brigjen Ignatius Slamet Rijadi orangnya.
Slamet Rijadi terilhami dari kehebatan dua kompi pasukan baret marun KST dan pasukan baret hijau DST (Depot Speciale Troepen).
Kedua pasukan elite Belanda itu ikut terlibat pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS), medio 1950. Di awal-awal operasi penumpasan, pasukan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) kala itu, sering kewalahan meladeni pasukan komando itu.