Mayoritas kegiatan Koopssus adalah intelijen (surveillance) alias observasi jarak dekat sebanyak 80 persen. Sisanya baru penindakan atau 20 persennya. Untuk tergabung menjadi Koopssus tidak sembaranga, harus prajurit yang memiliki kemampuan bisa melakukan berbagai jenis operasi khusus yang menuntut kecepatan dan keberhasilan.
Koopssus berada dalam wadah Badan Pelaksana Pusat yang secara struktural komando langsung di bawah Panglima TNI. Tujuannya, agar memudahkan dalam penerjunan pasukan.
Pasukan ini memakai Baret Merah Koopssus TNI, meski memiliki lambing yang berbeda. Lambang Koopssus terdiri dari tiga anak panah dan garis busur yang berada dalam bentuk segi lima dan memiliki dasar berwarna hitam.
Koopssus memiliki 400 anggota surveillance, serta satu kompi penindak. Kemampuan tempur mereka secara materil sama dengan pasukan elite yang ada di matra asalnya kendati berada di tingkat Mabes TNI.
Pasukan ini dipimpin Komandan Koopssus TNI (Dankoopssus TNI) setingkat Mayor Jenderal (Mayjen) TNI alias jenderal bintang dua. Ia bertanggung jawab kepada Panglima TNI.
Dankoopssus dibantu Wakil Komandan Koopssus (Wadankoopssus) dengan pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI. Saat ini, Dankoopssus TNI dijabat oleh Mayjen TNI Joko Purwo Putranto. Adapun Wadankoopssus dijabat Brigjen TNI (Mar) Supriyono.
Berbagai operasi telah dijalankan Koopssus, di antaranya membasmi kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso dan Ali Kalora
Kopassus
Pasukan elite yang dimiliki TNI AD ini kemampuannya sudah mashur. Mereka bisa bergerak senyap dan cepat di setiap medan, menembak tepat, pengintaian serta antiteror.