JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyebut akan menindak tegas para pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Salah satunya mengungkap para sindikat TPPO.
"Sekarang mulai dari sindikatnya dulu, kita habisi dulu. Dan tidak ada yang menjadi beking. Kan kemarin keluhannya banyak yang 'pak ada tentara ada polisi ada pejabat pemda ada ini, kata presiden tidak ada, ditindak semua apapun pangkatnya dan apapun kedudukannya," kata Mahfud di Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Senin (19/6/2023).
"Saya atau presiden yang menjadi beking dari tindakan Polri yang tentu merugikan rakyat, bekingnya adalah presiden untuk rakyat," lanjutnya.
Mahfud juga bilang, pelaku TPPO merupakan musuh semua negara. Pasalnya, dalam pertemuan KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo beberapa waktu lalu, Mahfud menyampaikan, para pimpinan negara yang hadir sepakat untuk bekerja sama menindak para pelaku TPPO.
"Karena itu melawan kemanusiaan dari bangsa manapun dan dari negara manapun," ujarnya.
Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) TPPO Mabes Polri telah menetapkan 457 tersangka terkait tindak pidana TPPO dan kejahatan perlindungan pekerja migran di seluruh Indonesia. Penetapan terhadap para tersangka dilakukan berdasarkan 385 laporan polisi yang masuk periode 5-17 Juni 2023.
"Laporan polisi sebanyak 385 orang, korbannya 1.476 orang tindak pidana perdagangan orang itu baru. Antara 5 sampai 17 Juni diitetapkan tersangka tidak sedikit 457 orang ditetapkan sebagai tersangka," kata Mahfud.