JAKARTA – Presiden Pertama RI Ir. Soekarno dikenal sebagai sosok pemimpin yang memiliki kedekatan dengan berbagai kalangan, termasuk dari kalangan militer. Selama masa pemerintahannya, Soekarno diketahui dekat dengan beberapa jenderal dari berbagai matra angkatan bersenjata.
Salah satu orang kepercayaan Soekarno adalah Letnan Jenderal Ahmad Yani, yang merupakan satu-satunya Kepala Staf Angkatan Darat yang ditunjuk oleh Soekarno. Penunjukan Ahmad Yani pada 1962 ini membuat sang jenderal melangkahi jenderal-jenderal yang lebih senior seperti Mayjen Soeharto, Letjen R Soedirman, dan Mayjen Soeprajogi.
Soekarno menyukai dan menghargai cara pendekatan dan pergaulan yang dilakukan Ahmad Yani, yang dia anggap lebih memahami karakter Sang Putra Fajar.
Mayor Jenderal Ibrahim Adjie adalah salah satu perwira tinggi angkatan darat yang dekat dan disukai oleh Soekarno. Mayjen Ibrahim Adjie juga disebut dalam arsip Amerika Serikat (AS) sebagai jenderal yang setia pada Soekarno.
Kesetiaan ini ditunjukkan Mayjen Ibrahim Adjie pasca upaya kudeta G30S PKI, kala dia bertindak sebagai pelindung Sang Presiden meski para perwira angkatan darat banyak menunjukkan sikap anti Soekarno.
Di matra udara, Soekarno dekat dengan Jenderal Omar Dhani, yang juga merupakan pengagum dan loyalis Sang Proklamator. Pada 1962, ketika Omar Dhani diangkat sebagai Menteri/Panglima Angkatan Udara, dia menetapkan ajaran Soekarno sebagai pegangan politik dan menginginkan setiap anggota Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) menjadi ‘kleine Sukarnotjes’ yaitu Soekarno kecil.
Jenderal Hartono adalah perwira angkatan laut loyalis Soekarno yang sempat dipertimbangkan untuk diangkat menjadi Panglima AL untuk menggantikan Laksamana RE Martadinata. Hartono akhirnya diangkat menjadi wakil Panglima Angkatan Laut dan merangkap Komandan KKO.
Ketika muncul desas-desus bahwa prajurit RPKAD akan menyerang Istana, Presiden Soekarno mempercayakan keselamatan dirinya pada Jenderal Hartono. Saat Soekarno tergeser dari kursi presiden dan Soeharto naik menggantikannya, kiprah Hartono di militer meredup.
(Rahman Asmardika)