Kisah WNI Korban TPPO di Myanmar, Dihukum Jalan Katak hingga Dijemur

Inin Nastain, Jurnalis
Senin 26 Juni 2023 15:47 WIB
WNI korban TPPO di Myanmar. (tangkapan layar)
Share :

"Ya memang kita mau pulang sih, mau enggak mau. Apapun yang terjadi. Kalau harus mati, ya mati," tegas dia.

Di luar dampak video itu, siksaan sudah rutin mereka terima setiap pekan. Setiap mereka tidak mencapai target, sejumlah hukuman fisik dipastikan akan diterima para PMI itu.

"Dihukum kaya militer, kepala di bawah (seperti posisi sujud), terus tangan ke belakang. Itu di bawah terik matahari. Paling cepat 30 menit," tuturnya.

"Terus jalan itik, lompat katak. Dua kali lapangan basket. Jalan itik kaya kriminal. 10 putaran, kalau enggak capai target. Setiap Minggu itu," tuturnya.

Panji sempat dibawa ke RS setelah mendapat hukuman lantaran bolak-balik ke toilet.

"Karena memang sakit perut. Saya dihukum. Lidah udah tergigit, kaki dah merapat gitu. Saya dibawa ke RS China, dikasih suntikan, infus, baru sadar. HB-nya turun," ujarnya.

"Alhamdulillah, kami ber-20 orang sekarang bisa pulang. Masih enggak nyangka," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya