Sebagai informasi, Indonesia tengah menunggu kedatangan lima pesawat buatan Lokcheed Martin AS. Saat ini, dua pesawat sudah ada di Indonesia setelah pengadaan pesawat oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan RI yang tertuang dalam kontrak pada Agustus 2019 lalu.
Kelima pesawat nantinya akan ditempatkan di Skadron Udara 31, Lanud Halim Perdanakusuma, sebagai pesawat angkut berat untuk mendukung pelaksanaan tugas TNI AU, baik OMP ataupun OMSP.
Jika dibandingkan pesawat Hercules tipe H dan tipe B yang sudah dimiliki TNI AU sebelumnya, pesawat C-130 J Super Hercules memiliki bentuk relatif mirip. Namun, pesawat baru itu mempunyai kelebihan di aspek avionik dan mesin.
Dengan kelebihan avionik dan mesin yang dimiliki C-130 J Super Hercules, pesawat tersebut bisa terbang lebih jauh dengan kecepatan yang lebih baik. Bahkan, C-130 J Super Hercules mampu mengangkut muatan hingga 20 ton.
Selain untuk mengangkut pasukan, pesawat multifungsi itu juga dapat digunakan untuk VIP. Ruang pesawat yang besar bisa membawa 8 palet atau 97 tandu, 128 pasukan tempur, serta 92 pasukan terjun payung. Pesawat juga dibekali dengan sejumlah fitur, di antaranya aspek peningkatan perlindungan bahan bakar, serta sistem penanganan kargo yang ditingkatkan.
(Arief Setyadi )