JAKARTA - Lembaga Survei Indikator Politik merilis hasil survei terbarunya mengenai 'Evaluasi publik atas kinerja lembaga penegak hukum dan perpajakan' yang dilakukan pada 20 hingga 24 Juni 2023.
Hasilnya, tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga kepolisian sudah mulai pulih usai kasus pembunuhan yang dilakukan Ferdi Sambo.
Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti menilai, hal tersebut terjadi karena sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang tenang dan tegas.
"Kemudian, saya senang dengan hasilnya, keamanan bagus, Gakkum (penegakan hukum) juga baik, kemudian Pemberantasan korupsi juga cukup baik. Kepercayaan masyarakat kepada Polri ini meningkat menjadi 76,4% kami sangat senang," kata Poengky menanggapi hasil survei Indikator Politik secara daring, Minggu (2/7/2023).
"Kami melihat ini, karena Pak Kapolri kalem tapi tegas ini, Pak listyo Sigit Prabowo. Dan juga kita bandingkan tadi Mas Burhan mengatakan, ketika survei pada Agustus 2022 pasca kasus Ferdi Sambo ini kondisi 54% kemudian segera naik," sambungnya.
Selain ketegasan Kapolri, kata Poengky, pemulihan yang terbilang cepat itu juga karena adanya kerja sama seluruh anggota Polri. Poengky menilai, kasus Ferdi Sambo membuat kepolisian merasa malu sehingga harus cepat membenahi diri.
"Jadi, tadi kalau kita melihat ketegasan Pak Kapolri untuk melakukan bersih bersih di tubuh Polri, kemudian juga kalau saya melihat ini sebetulnya rasa malu berjamaah yah, terkait dengan kasus Ferdi Sambo, teddy Minahasa, dan sesungguhnya banyak anggota Polri yang baik. Dari 470 ribu orang anggota Polri, semuanya terdampak dengan kasus Ferdi Sambo," katanya.
"Sehingga yang lain-lain juga merasa bahwa kami bekerja sudah cukup bagus tetapi ketika ada kasus Sambo kemudian jadi meaningless yang mereka lakukan. Ibarat panas setahun dihapus hujan sehari," sambungnya.
Sebagai informasi, Peneliti Utama Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga kepolisian sudah mulai pulih.
"Kepolisian juga mulai pulih yah, jadi yang percaya terhadap polisi di bulan Juni 2023 sudah mencapai 76,4%, yang mengatakan sangat percaya 10,8%, kita gabung dengan yang mengatakan cukup percaya 65,6%," kata Burhan saat memaparkan hasil survei secara daring, Minggu (2/7/2023).
Sebelumnya, kata Burhanuddin, kepolisian sempat menelan pil pahit karena tingkat kepercayaan publik anjlok, ketika kasus pembunuhan berencana yang dilakukan Ferdi Sambo menguak ke permukaan.
"Nah, ini kami sampaikan waktu Agustus 2022 saat kami rilis ya, trust polri anjlok ke angka 54% saat itu kurang lebih sebulan setelah sambo membetot perhatian publik, itu kita sampaik. Itu lah trust terendah polisi kita umumkan saat itu, tapi kurang dari setahun polisi berhasil memulihkan citranya," katanya.
"Bahkan, sedikit menyalip KPK terus polisi. Mungkin waktu kami turun sedang banyak isu negatif yang berkaitan dengan KPK, isu pungli dan seterusnya, tapi setidaknya datanya demikian. Waktu KPK bahkan saat itu menjadi lembaga tertinggi kedua, itu pun kami umumkan. Tapi belakangan memang agak turun trust publik kepada KPK," sambungnya.
Diketahui, survei ini dilakukan pada tanggal 20-24 Juni 2023 dengan metode menggunakan multistage random sampling. Jumlah sampel sebanyak 1.220 orang.
Ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (Margin of Error) sekitar +-2.9% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden terpilih diwawancarai lewat tetap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
(Arief Setyadi )