Ketika Demo Chaos, Mabes Polri Dikepung Brimob hingga Kapolri Mundur

Arief Setyadi , Jurnalis
Senin 03 Juli 2023 07:46 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA - Komandan Resimen Pelopor Brimob Kombes Pol Anton Soedjarwo pernah meminta Komandan RPKAD (sekarang Kopassus-red) Kolonel (Inf) Sarwo Edhie Wibowo menarik mundur pasukannya. Peristiwa itu terjadi saat adanya demonstrasi Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 1966 silam.

Kala itu, Sarwo Edi mengenakan pakaian sipil sedang berada di belakang demonstran yang tengah menyampaikan tuntutan mereka. Sementara Kombes Pol Anton Soedjarwo tengah berjaga di lokasi.

Lantaran situasi demonstran yang memanas, Anton membisikan Sarwo Edhi agar menarik pasukannya atau akan terjadi kontak senjata dengan pasukan Brimob. Hal tersebut dilakukan guna menghindari kericuhan demonstrasi.

Sebagimana dikutip dari buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan, penulis Anton Agus Setyawan dan Andi M Darlis, Januari 2013.

Pasukan RPKAD yang berpakaian sipil pun akhirnya ditarik keluar oleh Sarwo Edhi dari kerumunan demonstran mahasiswa. Di sisi lain, demonstrasi 1966 menimbulkan bentrokan antara pasukan Pelopor, anggota Resimen Tjakrabirawa dengan demonstran.

Peristiwa berakibat pada penembakan terhadap Arief Rahman Hakim, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Bermula ketika ada sekelompok mahasiswa dan massa yang menerobos ke belakang Istana.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya