JAKARTA - Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Wakabareskrim), Irjen Pol Asep Edi Suheri mengungkapkan bahwa kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) banyak terjadi Kalimantan Utara (Kaltara).
Hal tersebut diungkap saat konferensi pers bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Mahfud MD terkait perkembangan Satgas TPPO.
"Bahwa terhitung kami mendapatkan surat perintah dari Bapak Kapolri, pada tanggal 6 sampai tanggal 7 (Juni) kita langsung melakukan gerakan ke daerah Kalimantan Utara yang mana setelah kami analisa kami deteksi, bahwa banyak sekali di sana terjadinya suatu perbuatan-perbuatan tindak pidana perdagangan orang," kata Irjen Asep Edi, yang juga Kepala Satgas TPPO di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2023).
Asep menjelaskan, saat itu pihaknya menemukan sekitar 600 penumpang yang mayoritas berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari total tersebut, kini Satgas TPPO menetapkan 18 tersangka.
"Yang mana kita lihat pada saat hari pertama kita melakukan operasi itu ada sekitar 600 penumpang dari berbagai daerah, terutama daerah-daerah NTB, daerah Sulsel dan juga daerah Kalimantan Timur yang mendarat di Pelabuhan Larantuka, di Nunukan," ucapnya.