Sarwo tak percaya begitu saja. Walau surat itu terlihat asli, ia tak yakin Soeharto dalam kondisi selamat. Dalam benaknya, bisa jadi surat itu dibuat di bawah tekanan. Karena itu, dia melucuti Herman.
Sekadar diketahui, pada November 1997, Presiden Soeharto memberikan penghargaan untuk para mantan KSAD. Salah satunya kepada Jenderal (Kehormatan) Sarwo Edhie Wibowo, bekas Dubes RI di Korea Selatan.
(Qur'anul Hidayat)