Jadi Sosok Penting yang Tengahi Kesepakatan, Presiden Belarusia: Tak Ada Pahlawan Usai Pemberontakan Wagner

Susi Susanti, Jurnalis
Jum'at 07 Juli 2023 05:30 WIB
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko (Foto: AP)
Share :

RUSIAPresiden Belarusia Alexander Lukashenko diketahui menjadi sosok yang penting yang menengahi kesepakatan untuk mengakhiri pemberontakan Wagner.

Sekelompok kecil jurnalis pun diundang ke Istana Kemerdekaan di Minsk untuk "berbicara" dengan Lukashenko.

Hanya beberapa minggu yang lalu ada spekulasi panas tentang kesehatannya. Namun pemimpin Belarusia itu jelas memiliki stamina. "Percakapan" itu berlangsung hampir empat jam.

Namun, alih-alih menyinari cahaya di masalah itu, dia memperkeruh air pada pemberontakan Rusia baru-baru ini.

Menurut kesepakatan antara Grup Wagner dan Kremlin, Bos Wagner Yevgeny Prigozhin seharusnya pindah ke Belarusia, bersama dengan beberapa pejuangnya.

Tapi hal itu belum terjadi.

"Sampai pagi ini para pejuang Wagner, yang sangat serius, masih berada di kamp-kamp tempat mereka mundur setelah Bakhmut,” terangnya, dikutio BBC.

"Adapun Yevgeny Prigozhin, dia ada di St Petersburg. Atau mungkin pagi ini dia terbang ke Moskow. Atau mungkin dia ada di tempat lain. Tapi dia tidak di Belarusia,” lanjutnya.

BBC bertanya kepada Lukashenko apakah itu berarti kesepakatan batal.

Dia menyangkal itu. Di sisi lain, rasanya seolah-olah ada percakapan yang terjadi di balik layar yang tidak akan BBC ceritakan.

Ketika berbicara tentang pemberontakan, Moskow dan Minsk tidak berada di halaman yang sama.

Akhir pekan lalu TV pemerintah Rusia menyatakan bahwa Presiden Vladimir Putin telah muncul dari peristiwa dramatis ini sebagai pahlawan.

"Saya pikir tidak ada yang keluar dari situasi itu sebagai pahlawan," ujarnya.

"Bukan Prigozhin, bukan Putin, bukan Lukashenko. Tidak ada pahlawan. Dan pelajaran dari ini? Jika kita membuat kelompok bersenjata seperti ini, kita perlu mengawasi mereka dan memberikan perhatian serius kepada mereka,” lanjutnya.

Kemudian, obrolan itu beralih ke soal senjata nuklir. Secara khusus, hulu ledak nuklir yang dikatakan Rusia dipindahkan ke Belarusia.

"Tuhan melarang saya harus mengambil keputusan untuk menggunakannya," ungkapnya baru-baru ini.

"Tapi saya tidak akan ragu untuk menggunakannya,” terangnya.

BBC pun mengingatkannya pada komentar-komentar itu.

"Joe Biden bisa mengatakan hal yang sama, dan Perdana Menteri Sunak," jawabnya.

"Dan temanku Xi Jinping dan Kakakku Presiden Putin,” lanjutnya.

"Tapi ini bukan senjatamu yang sedang kita bicarakan," kata BBC.

Itu buatan Rusia. Bukan keputusanmu,” lanjutnya.

"Di Ukraina, seluruh pasukan bertempur dengan senjata asing, bukan," balas pemimpin Belarusia itu.

"Senjata NATO. Karena senjata mereka sendiri sudah habis. Jadi kenapa aku tidak bisa bertarung dengan senjata orang lain?,” ujarnya.

Tapi BBC menegaskan jika kita membicarakan senjata nuklir, bukan pistol.

"Nuklir, ya. Mereka juga senjata. Senjata nuklir taktis,” ujar Lukashenko.

Seperti yang mungkin bisa Anda tebak dari komentar nuklirnya, Lukashenko adalah sosok yang kontroversial.

Amerika Serikat (AS), Uni Erooa (UE), dan Inggris Raya tidak mengakuinya sebagai presiden sah Belarusia. Pada 2020, warga Belarusia turun ke jalan untuk menuduhnya curang dalam pemilihan presiden negara itu. Protes ditekan secara brutal.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya