Tak Seperti Swedia, Aparat Rusia Tangkap Pria yang Nodai dan Rusak Alquran

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 07 Juli 2023 10:52 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

MOSKOW - Sebuah kasus pidana telah diajukan terhadap seorang warga negara asing atas dugaan penodaan Alquran di kota Ulyanovsk, di Sungai Volga, Rusia, kata Komite Investigasi Rusia. Ia dituduh menyinggung perasaan religius dan premanisme.

Pria itu diduga telah melakukan tindakan ilegal di sebuah jembatan penyeberangan di atas Sungai Sviyaga Ulyanovsk pada 1 Juni, demikian diumumkan badan tersebut dalam sebuah pernyataan pada Kamis, (6/7/2023). Penyelidikan telah menemukan bahwa "warga negara asing berusia 28 tahun" membubuhkan cap pada Alquran, menuangkan alkohol di atasnya, dan kemudian melemparkan kitab suci Islam ke dalam air, sambil merekam semua yang ada di ponselnya, kata pernyataan itu sebagaimana dilansir RT.

Para penyelidik akan meminta pengadilan agar pria itu ditahan sambil menunggu penyelidikan penuh. Pencarian rumahnya juga telah diperintahkan, tambahnya.

Orang warga asing itu bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara Rusia jika dia dinyatakan bersalah.

Media lokal mengidentifikasi tersangka sebagai warga negara Mesir yang telah tinggal di Rusia selama beberapa tahun. Menurut surat kabar Argumenty I Fakty, dia dulunya adalah seorang Muslim, tetapi menjadi Baptis di negara asalnya pada 2018. Dia dilaporkan harus meninggalkan Mesir karena dianiaya karena keyakinan agamanya di sana.

Kisah itu menjadi berita utama pada awal Juni setelah pria itu memposting video dirinya menodai Alquran di media sosial.

Kepala Wilayah Ulyanovsk Aleksey Russkikh memposting ke Telegram pada Rabu, (5/7/2023) untuk mengungkapkan kemarahannya atas apa yang telah terjadi.

“Wilayah kami multinasional dan multi-pengakuan. Kami saling menghormati, menghormati tradisi, adat istiadat satu sama lain dan kami sangat peka terhadap perasaan religius orang-orang beriman. Ini adalah kejahatan terhadap kita semua,” tulis gubernur Russkikh.

“Di beberapa negara lain, tingkah seperti itu mungkin merupakan norma yang menyimpang, tetapi di Rusia tidak menghormati Alquran adalah kejahatan yang menjijikkan,” tambahnya.

Russkikh kemungkinan besar merujuk pada pembakaran Alquran baru-baru ini oleh seorang aktivis anti-Islam Irak, yang terjadi di luar sebuah masjid di ibu kota Swedia, Stockholm pada akhir Juni. Pelaku tidak dihukum oleh pengadilan, bahkan aksinya justru dilakukan di bawah perlindungan polisi.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya