Sedangkan Ketua Politbiro PKI Gaya Baru Blitar Selatan dipegang Ruslan Widjajasatra. Posisinya menggantikan DN Aidit. Sebelum G30S PKI meledak, Ruslan merupakan anggota CC PKI yang merangkap PB Ketua Daerah Jawa Timur tahun 1951.
Rewang yang juga berada di Blitar Selatan didapuk sebagai Ketua Departemen Agitasi dan Propaganda sekaligus anggota Pleno CC PKI. Sedangkan Munir memegang jabatan Ketua Departemen Perjuangan Bersenjata (Perjuta).
Sebelum peristiwa G30SPKI, pria kelahiran Sumenep Madura itu bertugas di Politbiro CC PKI Jakarta. Ia juga sebagai Ketua Dinas SOBSI. PKI Gaya Baru Blitar Selatan menebar teror dengan sandi gerakan Pembasmian Rumput Beracun.
Prinsip P3 mereka terapkan, yakni Perampokan, Penculikan dan Pembunuhan. Sasarannya para pelaku pembantaian orang-orang PKI pada peristiwa 30 September 1965. Seiring itu konsolidasi seluruh kekuatan terus mereka galang.
Blitar Selatan sejak zaman Belanda dengan alamnya tandus dikenal sebagai sarang bromocorah. Sudah lama komunisme tumbuh subur di sana.
"Dan merupakan basis massa PKI sejak 1948 dan sesudah Pemilu 1955," katanya dalam "Banser Berjihad Menumpas PKI". Di luar aksi teror penculikan, perampokan dan pembunuhan, Politbiro PKI Gaya Baru Blitar Selatan menyusun tesis Perjuta.
Mereka memadukan konsep Mao Tse Tung (Cina) dengan Vo Nguyen Giap, komunis Vietnam. Basis revolusi (Basrev) dibangun. Disiapkan Comite Proyek, Komando Proyek, Detasemen Gerilya (Detga) dan Gerilya Desa (Gerda) sebagai perangkat pertempuran.