Kisah PKI Blitar Selatan Diberangus Pakai Taktik Ublek Telur Kodam Brawijaya

Solichan Arif, Jurnalis
Jum'at 07 Juli 2023 07:15 WIB
Kolonel Inf Witarmin (Foto: Repro/Solichan Arif)
Share :

PKI Gaya Baru Blitar Selatan tengah menyiapkan Perang Rakyat. Dalam buku Banser Berjihad Menumpas PKI, disebutkan," Pada November 1967, CC PKI Blitar Selatan mengadakan Kursus Kilat Perang Rakyat (KKPR)". KKPR yang diikuti 30 siswa berlangsung 10 hari di Dusun Belik Bendo, Blitar Selatan. Rewang mengajar "Kritik Oto Kritik".

Oloan Hutapea mengajar materi "Membangun Kembali PKI", Ruslan Widjajasastra mengisi "Materialisme Dialektika Historis" dan Munir mengajar "Thesis Perang Rakyat". Dalam upaya bangkit kembali, Compro Blitar Selatan juga berhasil menyelenggarakan Sekolah Perang Rakyat (SPR) sampai lima angkatan.

Secara organisasi PKI Gaya Baru membentuk struktur mulai tingkat pusat (Comite Central), Provinsi (Comite Daerah Besar), Kabupaten (Comite Seksi), Kecamatan (Comite Sub Seksi), Desa/Kelurahan (Comite Ressort Besar) dan Perdukuhan (Comite Ressort).

Mereka juga mengenalkan istilah Pembangunan Partai (PP), Gerakan Massa (Germas), Kerja di Kalangan Musuh (KKM) dan Sabotase Combat (Sabcom). Atas perintah langsung dari Panglima Tertinggi TNI, Kodam Brawijaya langsung bergerak cepat. Perintah Operasi 02/05/1968 diluncurkan dengan diikuti pembentukan Komando Operasi Trisula.

Batalyon Infantri 531/Para, Batalyon Infantri 511, Batlyon Infantri 513, Batalyon Infantri 521, dan Batalyon Infantri 527 dikerahkan. Kodim 0808 Blitar, Kodim 0807 Tulungagung, Kodim 0818 Malang serta sejumlah Koramil, juga dilibatkan sebagai satuan teritorial. Komando Operasi Trisula juga menyiapkan (On call) Batalyon Zeni Tempur Amphibi di Pasuruan, Batalyon Artileri Medan di Ngawi, Batalyon Infantri 501/Para, serta Grup Resimen RPKAD. Kekuatan Angkatan Udara Taktis juga diterjunkan. Operasi Trisula Blitar Selatan mendapat dukungan Ansor Banser NU.

Lebih dari 10.000 banser yang berasal dari Blitar, Kediri, Malang, Jombang, Tulungagung dan Trenggalek, diterjunkan ke Blitar Selatan. KH Maksum Djauhari Komandan Banser Pesantren Lirboyo Kediri, ikut terjun langsung dalam operasi penumpasan.

"Saya sendiri waktu itu ya pakai seragam Hansip, berkeliling sampai pedalaman Blitar dan Malang Selatan," kata Gus Maksum dalam Banser Berjihad Menumpas PKI.

Isi utama dari Perintah Operasi 02/5/1968 adalah menghancurkan proyek basis PKI Blitar Selatan. Di bawah Komandan Satgas Operasi Trisula Kolonel Infantri Witarmin, perang dimulai. Pos Komando Pertempuran diletakkan di wilayah Kademangan.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya