Saat itu, Soekarno kebelet buang air kecil, terpaksa mengucurkan air seninya ke lubang-lubang di ekor pesawat, akibat ketiadaan toilet di pesawat rongsokan itu.
Tiupan angin ternyata mengempaskan air kencing Soekarno ke seluruh kabin pesawat. “Kawan-kawanku yang malang itu mandi dengan air istimewa,” cetus Soekarno.
Begitu mendarat di Jakarta, Hatta Cs tentu masih dalam kondisi basah akibat air seni Soekarno.
Sesampaina di Tanah Air, hasil yang dibawa Soekarno tak mendapat tanggapan hangat dari para pemuda. Kemudian terjadi perdebatan antara kaum muda Sutan Sjahrir Cs, yang ingin segera Soekarno memproklamirkan kemerdekaan.
(Arief Setyadi )