BOGOR - Bakal calon presiden (Bacapres) PDIP yang didukung Perindo, PPP, dan Hanura, Ganjar Pranowo mengingatkan seluruh masyarakat untuk tidak menanggapi secara berlebihan kontestasi pemilihan umum (Pemilu). Apalagi, sampai harus bermusuhan antar elemen bangsa.
Hal ini disampaikan Ganjar dalam sambutannya di acara silaturahmi bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat yang digelar di kediaman mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin di Situ Lebak Wangi, Kabupaten Bogor, Sabtu (22/7/2023).
"Pemilu lima tahunan itu biasa aja, biasa aja. Jangan sampai dibawa ke hati, yang kemudian berlama-lama kita bermusuhan, jangan," kata Ganjar dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu, Ganjar turut memberikan sanjungan kepada Sandiaga Salahuddin Uno yang juga turut hadir di lokasi acara tersebut. Menurutnya, Sandi telah membuktikan dengan persatuannya saat kontestasi Pemilu 2019.
"Saya apresiasilah sama Pak Sandi, sama Pak Prabowo. Ya dulu bersebrangan, sekarang bisa bergandengan. Baru sekali ini contoh itu diberikan," ujarnya.
Gubernur Jawa Tengah itu berpandangan bahwa bangsa ini masih memiliki pekerjaan rumah yang banyak. Mulai dari lapangan pekerjaan, akses pendidikan hingga kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian lebih.
"Mari kita bicara itu, bukan bicara yang lain. Berkelahi, sakit hati, enggak boleh. Dan sudah dikasih contoh mestinya kita jauh lebih baik," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)