KOLONEL CPM Maulwi Saelan, Wakil Komandan Resimen Tjakrabirawa ditangkap dan dijebloskan ke penjara, usai pasukan elite yang diresmikan Soekarno di Wina, Austria pada 6 Juli 1963 itu ikut terlibat dalam penculikan 7 Jenderal TNI di bawah komando Letkol Untung.
Pembentukan Cakrabirawa dilatarbelakangi oleh banyaknya kejadian penyerangan presiden yang membahayakan presiden. Hal ini terjadi akibat kurang sempurnanya pengamanan presiden pada saat itu. Kejadian yang sangat membahayakan presiden pada saat itu adalah percobaan pembunuhan saat Sholat Idul Adha 14 Mei 1962.
Pasukan pengamanan Presiden Soekarno dianggap sebagai kelompok yang bertanggung jawab terjadinya peristiwa tersebut. Mayjen Soeharto pun bergerak cepat, dan menyikat semua pasukan liar yang terlibat penculikan pada subuh berdarah tersebut.
Seluruh anggota Cakrabirawa yang terlibat ditangkap dan dijebloskan ke penjara karena diduga ikut dalam gerakan makar. Posisinya sebagai orang yang berada di ring 1 Presiden membuatnya dianggap sebagai bagian dari gerakan tersebut.
Dilansir dari “Maulwi Saelan Penjaga Terakhir Soekarno”, Senin (4/7/2022) Maulwi ditahan di Rumah Tahanan Militer (RTM) Budi Utomo, Jakarta. Sebelum mendekam di balik jeruji besi, Maulwi mengaku sempat beberapa kali diinterogasi.
Bahkan, meski telah ditahan dan dipenjara, Maulwi tetap diinterogasi petugas untuk dimintai keterangan dalam peristiwa itu. ”Mungkin saya dianggap pentolannya barangkali, yang pertama ditahan dulu,” kenang Maulwi.