Serdadu KNIL, Dilahirkan untuk Menebar Teror Pribumi di Tanah Air

Awaludin, Jurnalis
Rabu 26 Juli 2023 07:01 WIB
Serdadu KNIL (foto: dok wikipedia)
Share :

Faktor (klasik) ekonomi jadi hal yang membuat banyak orang, terutama para desertir atau orang buangan dari negara lain, mau bergabung ke KNIL. Sebagai contoh, pada 1870 saja satu prajurit KNIL bisa digaji 300 Gulden sebulannya. Jumlah yang cukup menggiurkan di masa itu lantaran setara dengan gaji buruh setahun lamanya.

Sementara untuk perekrutan pribumi sebagai serdadu atau Teeken Soldij, biasanya bekerja sama dengan kepala desa setempat untuk mengambil para pemuda desa di berbagai wilayah, seperti Jawa, Sulawesi Utara serta Maluku. Jika lulus pendidikan prajurit, mereka juga diberikan upah.

Kiprah serdadu KNIL setelah resmi dibentuk (1830), baru terjadi dua tahun kemudian, di mana mereka diperintahkan menumpas pemberontakan etnis China di Karawang.

Soal karier dalam KNIL, orang-orang pribumi juga punya kesempatan yang cukup baik untuk mendaki karier militernya, kendati hanya sebagian kecil dan itu pun karena berasal dari keluarga terpandang atau punya keturunan darah biru (bangsawan).

Hamid Alkadrie yang kemudian didapuk jadi Sultan Hamid II, jadi orang pribumi dengan pangkat perwira tinggi, lantaran juga mengenyam pendidikan di KMA (Koninklijke Militaire Academie) Breda di Belanda dengan pangkat Mayor Jenderal.

Abdulkadir Widjojoatmojo sempat mencapai pangkat kolonel meski akhirnya tak pernah gabung TNI dan Oerip Soemohardjo, jadi salah satu tokoh yang paling berpengaruh di antara para serdadu KNIL pribumi, meski hanya mencapai pangkat Mayor.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya