Ditambah kolaborasi dan sinergi bersama instansi yang berwenang. Baik dari Forkopimda, hingga partisipasi aktif masyarakat.
"Jadi identifikasi masalah yang tepat dan solusi yang efektif dapat disepakati sehingga angka stunting dapat diturunkan. Dan kualitas hidup generasi mendatang dapat kita tingkatkan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Eki Herdiana menyampaikan perlunya memerkuat dan mendeklarasikan komitmen Pemkot Tangsel dalam upaya penurunan stunting berintegrasi.
“Rembuk ini langkah penting yang harus dilakukan Pemkot. Dengan komitmen dan kerja keras kita bersama ini Tangsel mengalami penurunan signifikan, di angka 9 persen ini. Pencapaian ini hasil dari kerja keras dan tuntas kita semua, turut berbangga. Jadi, kita harus terus memperkuat komitmen,” ungkapnya.
Tak hanya itu, kata Eki, kolaborasi dan kerja sama ini dapat mengoptimalkan sarana dan pra sarana yang berkaitan dengan penurunan angka stunting.
“Kita menetapkan RS Serpong Utara sebagai RS rujukan penanganan stunting. Kita terus optimalkan sarana dan pra sarana. Untuk kedepannya, perlu langkah antisipasi yang secara kerja lebih keras. Kami yakin di 2023 ini angka stunting di Tangsel terus turun,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )