Siapa Soekarni Kartodiwirjo, Aktivis Penculik Soekarno-Hatta Jelang Kemerdekaan RI

Diana Aslamiyyah, Jurnalis
Minggu 06 Agustus 2023 08:01 WIB
Ilustrasi suasana jelang Kemerdekaan RI
Share :

Peran Soekarni dalam Peristiwa Rengasdengklok

Pada awal terdengar berita kekalahan Jepang, golongan muda terus mendesak Soekarno-Hatta untuk segera melakukan proklamasi kemerdekaan. Soekarno menolak sebab ia ingin menunggu keputusan dari PPKI.

Golongan muda bersama kelompok bawah tanah di bawah pimpinan Sutan Sjahrir bersepakat jika saat itu adalah saat yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan. Kemudian Wikana, Darwis, dan kelompok lainnya kembali mendesak Soekarno-Hatta, tetapi mereka tetap tegas menolak.

 BACA JUGA:

Setelah terjadi perdebatan, golongan muda akhirnya memutuskan untuk menculik dan mengasingkan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok agar mereka tidak terpengaruh oleh Jepang.

Teks proklamasi kemudian dirumuskan dirumah Laksamana Maeda dan dibacakan di depan khalayak ramai keesokan paginya. Soekarni dan para golongan muda lain mengemban amanat kemerdekaan serta bahu membahu menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia. Ia kemudian membentuk Comite Van Aksi pada 18 Agustus 1945.

Setelah kemerdekaan, Soekarni sempat menjabat sebagai sekretaris jenderal ketika Indonesia berkedudukan di Yogyakarta. Ia juga membentuk sebuah partai bernama Partai Murba pada tahun 1948. Partai ini kemudian dibekukan oleh pemerintah Orde Lama.

Soekarni dan pimpinan Murba lainnya ikut dipenjara. Tetapi pada masa Orde Baru, Soekarni dibebaskan dan pelarangan Murba juga dihapus. Peran lainnya yang ia miliki setelah masa kemerdekaan ialah menjadi duta besar Indonesia bagi Republik Rakyat Tiongkok pada 1961 dan kembali ke Tanah Air tiga tahun kemudian.

Soekarni kemudian wafat pada tanggal 7 November 2014. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

(Furqon Al Fauzi)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya